BekasiBerita Utama

Member EDCCash Diintimidasi

Hasil Penipuan Hingga Ratusan Miliar

SURYA/RADAR BEKASI
DIINTIMIDASI : Salah seorang member EDCCash saat menunjukan pesan singkat dia diintimidasi oleh manajemen dari EDCCash (kiri). Kuasa hukum member EDCCash Agus Supriyatno (paling kiri) tertipu oleh manajemen EDCCash setelah mendatangi hotel yang disepakati untuk menyelesikan masalah tersebut (kanan), kemarin.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Aset berupa rumah berikut dengan isinya di Jalan Lame, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi milik owner E-Dinar Coin (EDC) Cash AY ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. Tembok yang tinggi serta pengamanan ketat, menyebabkan member EDCCash tak bisa masuk ke dalam atau bertemu dengan pemiliknya.

Setiap mata yang melihat rumah AY niscaya terkesima, rumah yang berdiri dua lantai ini memiliki jalan masuk menuju pintu gerbang, dihiasi empat unit kamera pengintai sepanjang jalan yang hanya dapat dilintasi oleh satu kendaraan roda empat. Tanpa alat bantu apapun, nyaris tidak bisa melihat isi halaman rumah lantaran pagar berdiri rapat tanpa cela, hanya bangunan depan rumah saja yang nampak dari luar area gerbang.

Kuasa hukum member yang menuntut haknya dikembalikan dalam bentuk uang tunai, Agus Supriyatno berkesempatan mendampingi kliennya masuk area rumah milik AY. Melihat kemegahan bagunan rumah dan aset lainnya milik AY, ditaksir kekayaan AY di lokasi itu saja Rp400 miliar.”Ya hampir Rp400 miliaran lah,” ungkapnya, Selasa (13/4).

Rumah digambarkan amat megah, beserta dengan 14 kendaraan roda empat. Sayang sekali, saat itu tidak ada AY, di area rumah tersebut didapati belasan anggota kepolisian dan security rumah, ditambah dengan tiga orang yang mengaku sebagai manajemen EDCCash.

Hasil kesepakatan akhir pekan kemarin, kedua pihak sepakat untuk bertemu di salah satu hotel tidak jauh dari kediaman AY pada hari Senin. Namun, saat kuasa hukum dan perwakilan member saya menuju hotel yang dimaksud, tidak ada daftar sewa hotel atas nama manajemen EDCCash ataupun atas nama manajemen.

“Kita kesana ternyata belum dibooking, kita disana agak lama menunggu, barang kali datang dari pihak manajemen, ternyata tidak ada,” tambahnya.

Beberapa kali member mendatangi kediaman AY, manajemen telah menjanjikan ratusan member tersebut berkaitan dengan haknya segera dapat dicairkan sejak bulan Maret lalu. Namun, hingga saat ini nihil.

Setelah kedatangan perwakilan member akhir pekan lalu, salah satu member mendapatkan ancaman dari sosok yang dikenal sebagai Eyang Anton, ia dikenal sebagai sosok ahli spiritual AY. Member bernama Diana ini mengaku tidak sama sekali memperdulikan ancaman tersebut, yang ada di dalam fikirannya adalah bagaimana mengembalikan ratusan orang yang ia ajak untuk berinvestasi.

“(Disampaikan melalui pesan singkat) kenapa harus demo?, kenapa tidak bilang ke saya dan bicarakan baik-baik, tidak takut mati atau susah?, Itu bunyi percakapannya melalui WhatsApp,” terang Diana.

Saat ini ia mengaku tengah berada dalam tekanan ratusan member yang ia ajak untuk berinvestasi. Ratusan member tersebut meminta haknya kepada Diana untuk dapat dikembalikan, ia memastikan bahwa ia dan ratusan member lain bergabung dengan kelompoknya telah ditipu oleh AY.

Sementara itu, puluhan orang perwakilan member EDCCash kembali harus menahan kecewa awal pekan kemarin, setelah janji pertemuan sekaligus pengembalian uang di hotel Avenzel Jalan Raya Kranggan kembali nihil.

“Kita atur saja hari Senin bapak mau jam berapa kasih tau saya, kita ketemu disini saja Avenzel,” bunyi kesepakatan yang diucapkan oleh manajemen EDCCash bernama Bagus dalam rekaman suara milik member. Rekaman suara ini diambil saat akhir pekan lalu perwakilan member dipersilahkan untuk masuk area rumah owner EDCCash berinisial AY.

Belum diketahui apa latar belakang dan penyebab investasi berupa bitcoin milik member macet, hingga akhirnya ratusan member dari Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor meminta haknya kembali dan menutup akun mereka. Demikian dengan AY, jejak digital yang dijumpai, AY merupakan pemain mata uang crypto di Indonesia.

Aplikasi EDCCash diluncurkan oleh AY kurun waktu tahun 2016 yang lalu. Aplikasi ini dibuat dengan tujuan untuk memudahkan komunitas bitcoin di Indonesia dalam mengelola aset digital.

Aplikasi ini disebut sebagai platform aman untuk menambang aset digital berbentuk koin dengan nama EDC Blockchain. Hingga kurun waktu tahun 2019 lalu, sudah memiliki mitra lebih dari tujuh ribu mitra, saat ini mitra EDCCash berkisar 80 ribu mitra.

Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede, Santri Dirga mengaku pihaknya tidak mencampuri pokok perkara dalam kasus ini. Pasalnya, kasus ini telah dilaporkan kepada Bareskrim dan Polda Metro Jaya.

Diakui, selama dua bulan terkahir, sekelompok orang kerap datang ke kediaman AY. Pihaknya hanya memonitor kedatangan setiap kelompok masyarakat tersebut guna memastikan situasi kondusif.
“(Sejak) sekitar dua bulan yang lalu, cuma memang tidak rutin, jadi dua Minggu sekali, atau tiga Minggu sekali, dan tidak dalam jumlah yang besar,” ungkapnya.

Kehadiran petugas dipastikan hanya menjaga situasi dalam keadaan kondusif, permintaan warga sekitar, pengurus RT dan RW, serta pemilik rumah tetap dilayani lantaran masih berada di wilayah hukum Polsek Pondok Gede. (Sur)

Related Articles

Back to top button