BekasiBerita Utama

Ratusan Juta Arisan Lebaran Hilang

DIGERUDUK WARGA : Sejumlah warga menggeruduk rumah pemilik paket uang lebaran di Rt 02/Rw20 Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (4/5). Kedatangan warga meminta uang mereka kembali dan meminta pertanggung jawabanya. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Puluhan warga mendatangi rumah nomor 26, Jalan Kusuma Timur B, Blok A4, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Mereka menuntut uang arisan paket lebaran segera dibagikan hari ini, Rabu (5/5). Namun, uang tersebut diketahui sudah hilang.

Beberapa diantaranya menangis histeris. Pasalnya, sebagai koordinator paket uang lebaran, mereka membantu para nasabah untuk menyetorkan uang yang jumlahnya belasan hingga puluhan juta rupiah.

Salah satu nasabah, Nanda (21) mengaku sudah ikut tabungan paket dan uang lebaran selama tiga tahun terakhir. Bertambah tahun nasabah semakin banyak, mereka berharap tabungan dapat diambil mendekati lebaran.

“Kemudian yang tahun kedua itu banyak, minat dong. Saya iku Rp3 ribu per hari selama 11 bulan, total Rp3.150.000,” ungkapnya.

Total uangnya dan kakaknya diperkirakan sampai Rp15 juta. Puluhan nasabah ini mendatangi rumah pemilik paket lebaran setelah mendengar kabar uang tabungan mereka hilang.

Pemilik mengaku rumahnya di bobol maling pada selasa pagi (4/4) saat ia pergi keluar rumah sekitar pukul 09.00 WIB. “Disitu ada CCTV, dilihat katanya nggak ada yang masuk (ke dalam rumah) kok,” tambahnya.

Sementara itu, pemilik paket uang lebaran, Heni Haryani meminta waktu kepada nasabah untuk dapat mengganti uang nasabah. Dia mengaku sudah membuat laporan ke kepolisian sekitar pukul 19.37 WIB. Dalam laporan kepolisian yang dibuat, uang yang raib sebanyak Rp950.750.000.

“Posisinya uang ditas sama kresek hitam di lemari, jam 9 pagi saya keluar beli amplop buat dibagiin, terus saya antar les anak, pas saya balik lemari sudah berantakan, ada di mba lagi gosok diatas,” katanya.

Paket lebaran ini diketahui sudah berjalan selama enam tahun terakhir dan berjalan dengan lancar. Laporan kepolisian dibuat pukul 19:37 WIB.

Total nasabah diketahui sebanyak 600 orang. Di dalam rumah juga nampak bingkisan paket berisi sembako, tiap satu kantong kain senilai Rp100 ribu, selebihnya dikembalikan dalam bentuk uang tunai.

“Dia (puluhan nasabah) minta (jaminan) sertifikat rumah nggak ada, mobil juga nggak ada, sama motor (sudah digadaikan),” tukasnya.

Pada salah satu buku tabungan nasabah yang menyetor Rp5 ribu per hari selama 11 bulan, total uang dan bingkisan nasabah yang akan didapatkan sebanyak Rp1.550.000. Hinga pukul 23:00 WIB, puluhan ibu-ibu masih bertahan menunggu kepastian yang tabungan mereka dapat dikembalikan. (Sur)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button