Berita Bekasi Nomor Satu

Dewan Samuel Minta Langkah Strategis Pemerintah Hadapi Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Samuel Sitompul

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Samuel Sitompul turut merasakan adanya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di masyarakat.

Lonjakan harga bahan pokok dinilai tidak lepas dari kondisi ekonomi secara makro, ketidakpastian global hingga melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Menurutnya, pemerintah perlu segera mengambil langkah strategis untuk kembali menstabilkannya nilai tukar rupiah, salah satunya lewat kepastian investasi. Kepastian investasi dan kebijakan strategis yang diambil pemerintah akan memperkuat kepercayaan investor dalam maupun luar negeri.

“Dengan adanya kepastian investasi, maka dolar masuk dan memperkuat nilai rupiah,” ucapnya.

BACA JUGA: Harga Kebutuhan Pokok Naik, Warga Bekasi Tekan Pengeluaran

Kebijakan yang telah dan pro rakyat juga mesti diambil oleh pemerintah daerah di tengah situasi ekonomi saat ini. Salah satu kebijakan pro rakyat yang bisa diambil oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berkaitan dengan Pedagang Kaki Lima (PKL). Menurutnya Pemkot saat ini mesti menahan kebijakan penertiban PKL tanpa solusi konkrit.

“Selama PKL itu menjaga kebersihan, menjaga ketertiban, saya rasa masih oke lah, tinggal diberdayakan. Berbicara hari ini mereka punya inisiatif berjualan saja, mereka berupaya bangkit itu sudah sangat baik, justru membantu perputaran ekonomi,” ungkapnya.

Melihat kondisi ekonomi saat ini, ia meminta agar Pemkot Bekasi tidak mengambil kebijakan menaikkan pajak daerah. Terkait dengan upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar, menurutnya Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) mesti lebih aktif berkomunikasi dengan pemerintah daerah lainnya untuk menjaga persediaan barang.

Pasalnya, harga barang berpotensi melonjak lebih tinggi jika persediaan menipis. “Tentu kita perlu koordinasi antar pemerintah daerah, kita mulai aktif melihat daerah-daerah yang memiliki cadangan pangan berlebih. Contoh hari ini kebetulan saya sedang kunjungan kerja ke Tabanan, Bali, kemarin di Tabanan stok sapi dan beras justru berlimpah,” tambahnya.

Menurutnya, Kota Bekasi tidak sulit untuk mencari pasokan barang dari sebagian daerah di sekitar yang memproduksi kebutuhan pangan seperti hasil pertanian maupun perkebunan. (sur)