RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kemacetan ruas Tol Jakarta-Cikampek masih terjadi menyusul adanya pekerjaan pemeliharaan ruas jalan. Akibatnya, pengguna jalan harus menambah waktu tempuh hingga 30 menit dari perjalanan normal.
Salah satu pengendara, Irvani Alamsyah (35), mengaku mengalami perlambatan lalu lintas saat melintas dari arah Cikampek menuju Jakarta, Selasa (9/6).
Menurut dia, kemacetan sudah terjadi sebelum Gerbang Tol Cikarang Barat dari arah Cikampek.
“Macetnya itu dari sebelum pintu tol Cikarang Barat. Yang jelas sebelum pintu tol Cikarang Barat dari arah Cikampek itu udah macet,” kata Irvani kepada Radar Bekasi.
Kondisi tersebut membuat perjalanan menuju rumahnya di Bekasi Timur menjadi lebih lama dibandingkan biasanya. Jika dalam kondisi normal perjalanan dari Tol Cibatu menuju Bekasi Timur dapat ditempuh sekitar 45 hingga 49 menit, kali ini waktu tempuh bertambah sekitar 30 menit.
“Nah, setelah adanya pekerjaan ini ya, saya ada keterlambatan kisaran 30 menit,” ujarnya.
Irvani berharap informasi terkait pekerjaan pemeliharaan jalan dapat disosialisasikan lebih luas melalui berbagai platform media sosial agar pengguna jalan bisa mengantisipasi perjalanan mereka.
Ia juga mengusulkan penerapan rekayasa lalu lintas berupa contraflow untuk membantu mengurangi kepadatan kendaraan selama pekerjaan berlangsung.
“Harapan saya dari Jasa Marga bisa melakukan rekayasa contraflow ya, kayak yang sebelumnya diterapkan waktu ada perbaikan ke arah Cikampek. Itu lumayan efektif. Meskipun enggak bisa mengurai kemacetan sepenuhnya, tapi menurut saya itu sudah cukup mengurangi untuk pengguna jalan tol,” katanya.
Sementara itu, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menyampaikan pekerjaan pemeliharaan jalan masih berlangsung hingga Jumat 12 Juni 2026 di sejumlah titik ruas Tol Jakarta-Cikampek.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengatakan rekonstruksi perkerasan jalan telah dimulai sejak 8 Juni 2026 dan masih berlangsung di beberapa lokasi.
“JTT terus berupaya menjaga keandalan ruas melalui pelaksanaan pemeliharaan rutin guna memastikan jalan tol tetap aman, nyaman, dan andal dilintasi pengguna jalan,” ujar Ria dalam keterangannya, Selasa (9/6).
Adapun titik pekerjaan yang masih berlangsung meliputi KM 15+400 hingga KM 15+269 arah Jakarta lajur 1 dan KM 27+130 hingga KM 26+980 arah Jakarta lajur 1. Selain itu, terdapat sejumlah titik pekerjaan lain yang dilakukan secara bertahap hingga 12 Juni 2026.
Menurut Ria, pekerjaan pemeliharaan dilakukan tanpa penutupan ruas jalan. Namun, pengguna jalan berpotensi mengalami perlambatan lalu lintas di sekitar area pekerjaan.
“Kami memohon maaf atas potensi ketidaknyamanan maupun perlambatan lalu lintas yang mungkin dirasakan pengguna jalan selama pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan ini,” kata Ria.
Selama pekerjaan berlangsung, JTT bersama Kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional guna menjaga keselamatan pengguna jalan dan kelancaran arus kendaraan.
Area pekerjaan juga telah dilengkapi perlengkapan keselamatan sesuai standar operasional. Informasi terkait pekerjaan disampaikan melalui Dynamic Message Sign (DMS), media sosial resmi Jasa Marga Group, dan spanduk imbauan di sekitar lokasi.
Ria menambahkan pihaknya terus berupaya meminimalkan dampak pekerjaan terhadap arus lalu lintas. Ia juga mengimbau pengguna jalan agar mempersiapkan perjalanan dengan baik.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kendaraan maupun pengemudi dalam kondisi prima, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan,” pungkasnya. (rez)











