Berita Bekasi Nomor Satu

Anggota Satlantas Polres Metro Bekasi Aiptu Mawardi Inisiasi Gerakan Sosial Berbasis Lingkungan, Warga Rasakan Perubahan

MANFAATKAN LINGKUNGAN: Aiptu Mawardi membuat kompos di Perumahan Graha Cikarang Desa Simpangan, Cikarang Utara, Selasa (9/6). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Aiptu Mawardi menginisiasi gerakan sosial berbasis lingkungan tempat tinggalnya di Perumahan Graha Cikarang, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Hasilnya, lingkungan yang dulu kumuh kini perlahan berubah menjadi lebih bersih dan tertata.

Anggota Satlantas Polres Metro Bekasi sekaligus Ketua RT 02 RW 17 itu menjalankan gerakan tersebut sepulang dinas. Bersama warga, ia mengembangkan pengelolaan sampah mandiri, membangun sumber air, hingga memperkuat ketahanan pangan di lingkungan sekitar.

“Kita bersama warga membuat berbagai kegiatan, salah satunya pengolahan sampah mandiri dari hulunya, yaitu dari rumah masing-masing,” ujar Mawardi, Selasa (19/6)

Bagi Mawardi, disiplin di jalan raya harus sejalan dengan disiplin terhadap lingkungan. Langkah awal yang ia lakukan mewajibkan setiap keluarga memilah sampah sejak dari dapur rumah masing-masing. Sampah tidak lagi dibiarkan menumpuk sehingga menjadi masalah lingkungan.

Melalui sistem yang tegas namun tetap humanis, warga diarahkan untuk memisahkan sampah organik dan anorganik bernilai ekonomis.

“Yang organik kita jadikan kompos, sedangkan yang punya nilai ekonomis kita kelola melalui bank sampah,” tambahnya.

Langkah itu perlahan memutus persoalan lingkungan yang selama bertahun-tahun menghantui kawasan tersebut. Sampah yang sebelumnya menjadi sumber masalah kini berubah menjadi sumber manfaat bagi warga.

Tak hanya persoalan sampah, Mawardi juga menggerakkan warga membangun sumur air bersih mandiri setelah lingkungan mereka sempat mengalami krisis air.

“Air ini dari warga untuk warga. Kita salurkan ke masyarakat dan dikelola oleh anak-anak remaja,” jelasnya.

Pelibatan remaja sengaja dilakukan agar generasi muda memiliki aktivitas positif di lingkungan tempat tinggalnya. Sementara itu, lahan kosong yang sebelumnya dipenuhi semak belukar diubah menjadi kebun produktif dan kolam budidaya ikan.

Ibu-ibu rumah tangga dilibatkan untuk berkebun, sedangkan ruang-ruang tersisa dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan warga.

Menurut Mawardi, gerakan itu memiliki tujuan jangka panjang. Sebagian besar warga di lingkungannya bekerja sebagai buruh pabrik yang suatu saat akan memasuki masa pensiun.

“Kebanyakan warga di sini karyawan. Kita ingin memberikan pengalaman supaya nanti ketika pensiun mereka tidak bingung dan punya kemampuan untuk mengembangkan usaha,” terang Mawardi.

Perubahan yang dimulai dari tingkat RT itu kini dirasakan 72 kepala keluarga di lingkungannya. Ke depan, Mawardi berencana membangun koperasi warga dan membuka pelatihan keterampilan seperti bengkel otomotif bagi para pemuda.

“Kita ingin RT ini menjadi mandiri. Semua yang kita lakukan tujuannya agar masyarakat bisa mengelola lingkungan dan kebutuhannya bersama-sama,” pungkasnya.

Perubahan itu dirasakan langsung oleh Indra, salahsatu warga Perumahan Graha Cikarang. Menurutnya, kondisi lingkungan saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu.

“Dulu masih ada tempat sampah di depan rumah, sekarang sudah tidak ada. Tikus juga berkurang karena sampah sudah dipilah dan dikelola sendiri,” ujar Indra.

Bagi warga, lingkungan mereka kini bukan sekadar bersih. Sampah plastik dan barang bekas yang dulu dibuang begitu saja kini memiliki nilai ekonomi.

“Botol plastik dan barang yang bisa dijual kita kumpulkan. Hasilnya kembali lagi untuk warga,” tutupnya. (ris)