Bekasi

Pandemi Covid-19 Tak Menyurutkan Warga Ziarah Kubur

TETAP ZIARAH : Sejumlah warga berziarah kubur di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pedurenan blok khusus Covid-19 di Kota Bekasi, Kamis (13/5/2031). Meskipun dilarang, keinginan warga untuk ziarah kubur tidak terbendung di TPU tersebut. ARIESANT/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, MUSTIKAJAYA – Pemerintah telah menghimbau masyarakat untuk tidak datang berziarah pada masa Pandemi Covid-19. Tetapi himbauan tersebut tampaknya tidak bisa membendung keinginan masyarakat untuk tetap berziarah ke makam sanak saudara mereka yang telah meninggal dunia.

Pantauan Radar Bekasi, kepadatan nampak di area makam di Kota dan Kabupaten Bekasi, hingga berimbas pada kepadatan lalu lintas di ruas jalan sekitar Taman Pemakaman Umum (TPU).

Di area TPU Padurenan, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, misalnya kepadatan dirasakan setelah memasuki area makam. Beruntung, area makam yang tergolong luas tidak membuat banyaknya peziarah yang datang sampai berkerumun.

Kerumunan hanya terlihat di tiap titik makam, mereka merupakan sanak saudara yang tengah berziarah.

Salah satunya Uda (60), ia datang ke TPU yang selama ini menjadi lokasi pemakaman bagi menantunya.

“Iya ziarah ke makam menantu saya dengan cucu, anak, dan istri,” katanya saat dijumpai Radar Bekasi, Kamis (13/5/2021).

Ia sengaja datang ke TPU Padurenan dari tempat tinggalnya di wilayah Harapan Indah, Kecamatan Medansatria untuk berziarah. Menantunya belum lama ini meninggal dunia. “Ini (meninggal) sudah tiga bulan,” tambahnya.

Di area makam tampak petugas TPU bergerak menyisir area makam membawa pengeras suara untuk memperingatkan peziarah agar tetap mentaati protokol kesehatan. Salah satu petugas yang berkeliling nampak membawa sejumlah masker untuk diberikan kepada peziarah yang kedapatan tidak mengenakan masker.

Penampakan serupa juga terlihat di area TPU Jati Nusa Indah, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Jumlah peziarah tahun ini disebut lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya lantaran masyarakat tidak mudik.

“Ya, saya mendengar seperti itu (ziarah ditiadakan oleh pemerintah). Cuma bagi kami tradisi disini engga bisa seperti itu saja dihentikan, apalagi kita memang setiap Ramadan kan menziarahi orang tua kita seperti itu, kayanya agak sulit untuk dilarang. Ya kita disini antisipasi masing-masing saja, menggunakan masker dan menjaga jarak,” terang pengurus makam, Syukron Al Hakim.

Menurutnya, pengurus makam tetap menghimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Pihaknya berharap besar pada kesadaran masyarakat untuk taat pada protokol kesehatan yang selama ini telah ditentukan oleh pemerintah.

Ada juga area makam yang berada dalam kondisi tertutup, salah satunya adalah TPU Kampung Poncol, Bekasi Timur. Pantauan Radar Bekasi pukul 10:00 WIB, pagar area makam tertutup rapat. (sur/zar)

Related Articles

Back to top button