Bisnis

Telkomsel Hadirkan Platform Kuncie untuk Talenta Kreatif

BERI PENJELASAN: Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam, memberi penjelasan seputar kehadiran platform Kuncie, secara virtual, Kamis (15/7). DOK.TELKOMSEL/RADARBEKASI.ID

RADARBEKASI.ID, BEKASI — PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), sebagai perusahaan digital terdepan di Indonesia, menghadirkan platform Kuncie, yang fokus dalam membuka potensi setiap talenta di Indonesia, melalui pembelajaran maupun pengembangan keterampilan di berbagai bidang yang diminati, untuk dapat menggapai impian dan kesuksesan sesuai keinginan.

Platform Kuncie ini resmi diperkenalkan kepada masyarakat luas, Kamis (15/7). Komisaris Utama Telkomsel, Wishnutama Kusubandio.

“Saat ini, kita hidup di zaman yang serba cepat, dan berpacu bukan hanya dengan waktu, tapi juga dengan kemajuan teknologi digital. Sehingga, kami dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan-perkembangan tersebut, jika ingin survive dan tak ingin tertinggal. Mengasah keterampilan dan pengetahuan, maupun mempelajari hal-hal baru dari para expert di bidangnya, merupakan salah satu cara, agar dapat beradaptasi dengan segala perubahan yang ada saat ini,” ucap Komisaris Utama Telkomsel, Wishnutama Kusubandio.

Kata dia, melalui Kuncie, Telkomsel berupaya menjembatani transmisi kompetensi dan keterampilan praktis tersebut menjadi lebih efektif dan efisien secara digital, bagi siapa pun untuk meraih kesuksesan.

Hadirnya platform Kuncie ini, menjadi bentuk aktualisasi komitmen Telkomsel dalam membuka peluang lebih luas, dan segala kemungkinan bagi setiap individu, melalui kemudahan akses informasi, pembelajaran, dan diskusi dengan pemanfaatan teknologi terdepan.

Sementara Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam menambahkan, talenta-talenta di Indonesia, sejatinya memiliki keinginan kuat untuk dapat terus berkembang dan memajukan kualitas hidup dengan terus mengasah diri.

“Namun saat ini, sumber daya pendukung di Indonesia, masih sangat minim. Karena itu, melalui platform Kuncie, Telkomsel sebagai leading digital telco company, berupaya hadir untuk menguatkan ekosistem sumber daya pendukung tersebut, demi mengakselerasi para talenta-talenta kreatif di Indonesia, sehingga dapat memaksimalkan potensi di segala aspek kehidupan,” beber Hendri.

Kata dia, hal ini sejalan dengan komitmen Telkomsel yang akan terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat Indonesia, melalui kepemimpinan teknologi terdepan, yang juga akan mendorong hadirnya lebih banyak smart digitalpreneur anak negeri.

Sedangkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Sandiaga Uno mengakui, Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat potensial untuk mengembangkan ekonomi digital.

Sebagai upaya mengembangkan sektor ekonomi kreatif, Kemenparekraf membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga lain, pemerintah daerah, mitra asosiasi dan seluruh masyarakat, termasuk dari Telkomsel, guna membuka peluang dan mencetak entrepreneur-entrepreneur baru.

“Hadirnya Kuncie sebagai platform pembelajaran, diharapkan dapat membantu anak-anak bangsa Indonesia, dalam meningkatkan keterampilan langsung, serta menjembatani transmisi kompetensi dan keterampilan yang lebih efektif dan efisien, untuk meraih kesuksesan.

Oleh karenanya, saya sangat mengapresiasi Telkomsel yang sudah hadir selama 26 tahun melayani negeri, karena turut bergerak maju dengan mengembangkan ekosistem ekonomi digital, yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Air.” Tutup Sandiaga.

Sekadar diketahui, melalui platform Kuncie, setiap talenta di Indonesia dapat mempelajari keterampilan baru maupun meningkatkan keterampilan yang sudah dimiliki dari para praktisi yang terbukti sukses di bidangnya.

Telkomsel sendiri telah menggandeng 65 praktisi dan pakar dari segala bidang, untuk menjadi mentor di platform Kuncie sebagai upaya pemenuhan kebutuhan di berbagai bidang, yang diminati masyarakat.

Beberapa di antaranya, berasal dari kalangan pengusaha, Gita Wirjawan; kalangan industri kreatif, produser film, Joko Anwar; kalangan content creator, Raditya Dika, dan masih banyak lagi, baik para praktisi di skala mikro maupun makro. (bis)

Related Articles

Back to top button