Vaksinasi di Kabupaten Baru 61 Persen

ILUSTRASI: Tenaga kesehatan ketika memberikan vaksinasi kepada warga di lingkungan Kota Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Tingkat vaksinasi di Kabupaten Bekasi sampai saat ini baru mencapai 61,11 persen. Pencapaian vaksinasi tersebut belum bisa menjangkau target yang dicanangkan untuk turun ke level dua.

‚ÄúTadi saya melaporkan 59 persen, ternyata hari ini sudah 61,11 persen. Jadi kita menuju 70 persen sesuai standar untuk bisa masuk ke level 2,” ujar Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan, kepada Radar Bekasi.


Menurutnya, jika Kabupaten Bekasi turun ke level dua, akan ada kelonggaran-kelonggaran yang diberikan. “Paling kapasitas, seperti Masjid dari 50 persen, menjadi 75 persen. Kemudian pasar, mall, dan sebagainya semakin luas kapasitasnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Masrikoh menilai, sebelum mencapai 70 persen tingkat vaksinasi, sudah bisa berubah level, hanya saja vaksinasi lansianya harus dikejar. Namun sayangnya, tingkat vaksinasi lansia di Kabupaten Bekasi masih rendah.


Hingga saat ini, tingkat vaksinasi lansia baru 38 sampai 39 persen. Sejumlah kendala dihadapi pada vaksinasi lansia, yakni penyakit penyerta dan menolak untuk divaksin.”Sebenarnya 60 persen juga sudah bisa, kalau secara umumnya. Cuma lansia ini menjadi dasar juga untuk merubah level,” ucapnya.

Perempuan yang akrab disapa Ikoh ini mengungkapkan, data vaksin ini beda-beda. Menurutnya,jika dilihat secara real tingkat vaksinasi hampir mencapai 70 persen. Pasalnya, ada data yang belum terinput, karena manual.

“Jadi semua sudah tervaksin, tapi belum masuk ke pcare. Sementara ini yang diakui oleh Kementerian, data yang masuk ke pcare. Tapi tetap yang manual juga kita laporan, karena diminta oleh Kemenkes,” ucapnya.

Dia menargetkan, di pertengahan bulan Oktober 2021 tingkat vaksinasi sudah 70 persen. “Mudah-mudahan Minggu kedua di bulan Oktober ini bisa terkejar 70 persen,” ucapnya.

Sementara itu, Polres Metro Bekasi membuka 202 gerai vaksinasi yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan vaksinasi merdeka yang tersebar sebanyak 202 gerai ini berbasis kerelawanan masyarakat yang peduli, dan cinta terhadap bangsa Indonesia untuk menghadapi Covid-19. Menurutnya, dari 202 gerai itu ditarget 3.300 orang yang harus divaksin setiap harinya.

“Rata-rata setiap gerai memiliki target sekitar 150 orang untuk divaksin perharinya,” ujarnya kepada Radar Bekasi, belum lama ini.

Vaksinasi ini bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat mulai dari RT/RW, Komunitas, Ormas, dan seterusnya, untuk mengerahkan masyarakat masuk ke gerai-gerai vaksin yang disediakan. Dari 2,4 juta jiwa di Kabupaten Bekasi, maka yang harus divaksin minimal 1,7 juta untuk membentuk Herd Immunity.

“Saat ini baru 52,38 persen, masih ada 17,62 persen lagi yang harus kita vaksin. Target pencapaian minimal untuk mencapai 70 persen, sesuai perintah Presiden. Rata-rata harus empat ribu perhari, gabungan TNI/Polri dan Dinkes,” tuturnya. (zar/pra)