Cikarang

Penemuan Mayat di Saluran Irigasi Belum Terungkap

RADARBEKASI.ID, SUKAWANGI – Pihak keluarga Muhammad Sam’an Fadhilah menuntut keadilan ke pihak kepolisian atas meninggalnya seorang remaja yang ditemukan di saluran irigasi Kampung Karang Getak Desa Sukawangi Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, Minggu (8/8) lalu.

Pasalnya, sampai saat ini belum ada kepastian dari pihak kepolisian mengenai penyebab meninggalnya remaja tersebut.

Dengan membentangkan spanduk, puluhan keluarga korban yang didominasi oleh perempuan ini, menuntut agar kasus tersebut segera diungkap secara tuntas. Hal itu mengingat pihak keluarga sangat meyakini bahwa korban tewas karena dibunuh.

“Ini nyawa orang, kami sudah geram. Saya kakak kandungnya sudah bolak-balik ke kantor polisi, tapi hasilnya nihil,” ujar kakak korban, Irma Erviana, kepada Radar Bekasi saat ditemui di kediaman korban, Senin (11/10).

Ia menjelaskan, kasus ini sudah berjalan sekitar dua bulan, namun sampai sekarang belum ada titik terang dari pihak kepolisian. Padahal, sudah ada 13 saksi yang dimintai keterangan. Bahkan, bukti handphone milik korban pun sudah diserahkan ke polisi.

“Saat itu kami melapor ke Polsek Tambelang dan sampai saat ini belum ada hasilnya. Jawabannya, masih penyelidikan, masih penyelidikan,” tukas Irma dengan nada geram.

Kata dia, pihak keluarga sudah mengajukan saksi. Akan tetapi, saksi tersebut dibilang bayaran. Informasi itu didapatkan saat ada pihak keluarga yang mengikuti interogasi saksi. Tentunya, jawaban tersebut membuat pihak keluarga geram, karena itu tidak mungkin pihak keluarga membayar saksi.

“Kami sudah banyak mengajukan saksi, tapi malah dibilang bayaran. Maaf, pribahasanya, buat makan saja susah, apalagi buat bayar saksi?,” beber Irma.

Sejauh ini kata Irma, pihak keluarga sudah melakukan berbagai upaya agar kasus tersebut bisa terungkap, seperti berkirim surat ke Polda dan Polres. Bahkan, pihak keluarga sampai mendatangi Anggota DPR RI, Obon Tabroni, untuk meminta bantuan. Mengingat pihak keluarga, tidak ada biaya untuk membayar kuasa hukum.

“Apa karena saya orang susah, makanya keadilan susah didapatkan. Apa karena ekonomi, hukum bisa dijual, saya mau mengadu ke siapa lagi, kalau bukan pihak kepolisian. Saya minta keadilan,” harapnya.

Pihak keluarga sangat berharap, agar kasus itu bisa terungkap secepatnya. “Harapan kami, pelakunya ditangkap, dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tandas Irma.

Sementara itu, Kepala Desa Sukawangi, Sekam Asmawijaya menuturkan, dirinya sudah berupaya untuk meredam pihak keluarga korban mencegah terjadinya gejolak-gejolak yang tidak diinginkan. Karena memang, sampai dua bulan ini kasus tersebut belum terungkap. Dan pelaku belum tertangkap.

“Saya khawatir, nanti ada gejolak dari masyarakat, khususnya keluarga korban. Sebab, rumor di masyarakat sudah mengarah ke satu nama, namun kami belum bisa memastikan karena harus menunggu pihak yang berwenang,” ucap Sekam.

Kata dia, dirinya pernah komunikasi dengan pihak kepolisian perihal kasus tersebut, akan tetapi jawaban dari pihak kepolisian hanya itu-itu saja, masih sedang berjalan dan dalam pengembangan. Bahkan, Sekam melalui aparatur desa, ada temuan-temuan untuk membantu proses hukum. Akan tetapi, menurut pihak kepolisian, temuan tersebut belum cukup bukti.

“Saya juga bingung, sudah dua bulan kasus ini belum terungkap, dan sangat prihatin sekali, maka dari itu, saya berpesan, tegakkan keadilan, agar kasus ini bisa secepatnya terungkap,” pinta Sekam.

Demi menegakkan keadilan di wilayah yang ia pimpin, dirinya berharap agar pelaku bisa dihukum seberat-beratnya. “Saya mohon, siapapun pelakunya, harus dihukum seberat-beratnya, sehingga keadilan benar-benar ditegakkan di wilayah Desa Sukawangi,” tandas Sekam.

Menyikapi itu, Kanit Reskrim Polsek Tambelang, Ipda Haryono, tidak bisa memberikan keterangan. Menurutnya, kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi. “Udah ditarik Polres,” jawabnya melalui pesan singkat.

Sayangnya, sampai berita ini ditulis, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Rahmad Sujatmiko, belum bisa dimintai keterangan perihal kasus tersebut. Alasannya, sedang ada giat di Polda. “Masih giat di Polda,” tuturnya melalui pesan singkat. (pra)

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button