Cikarang

BPBD: Waspada Potensi Kebencanaan

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, menghimbau masyarakat untuk waspada potensi kebencanaan, karena sudah masuk musim penghujan.

 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln kepada Radar Bekasi menyampaikan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), di musim penghujan, selain banjir dan longsor, juga berpotensi  angin puting beliung.

 

“Kalau musim hujan, memang terkadang tidak hanya banjir, melainkan puting beliung. Karena dari BMKG, ada prediksi hujan dan angin kencang,” ujarnya.

 

Meski demikian, kata Henri, pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah dinas teknis, untuk melakukan penanganan dan pencegahan. Salah satunya, melakukan pengerukan sungai atau kali yang penuh lumpur, sudah dilakukan pengerukan.

 

Kemudian, apabila terjadi puting beliung, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Dinas Permukiman dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi.

 

“Kalau puting beliung, terjadinya kapan, sulit diprediksi. Sebab, ini masalah alam. Namun untuk longsor, bisa dilakukan penguatan pinggiran kali atau sungai,” terang Henri.

 

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Bekasi, Abdul Azis mengakui, pihaknya telah membentuk ada sekitar 27 relawan yang tergabung ke Baznas, dan tersebar di sejumlah kecamatan.

 

Adapun kecamatan yang sudah dibentuk Baznas tanggap bencana, diantaranya Kecamatan Babelan, Sukawangi, Muaragembong, Sukakarya.

 

Lanjut Azis , adanya kerjasama dalam kondisi saat ini, diharapkan mampu melakukan pencegahan, dan berjalan dengan baik. ”Kami bekerjasama dengan Pemkab Bekasi, supaya tidak terjadi tumpang tindih bantuan ke masyarakat, jika terjadi bencana. Dan bantuannya juga bisa tepat sasaran,” beber Azis.

 

Sementara itu, Kepala UPTD Kebersihan II Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Sumardi menjelaskan, untuk mencegah terjadi bencana banjir, pihaknya telah mengangkut sejumlah sampah dari kali dan sungai.

 

“Kebetulan di wilayah saya, sejumlah kali dan sungai yang penuh sampah, sudah dilakukan pengangkutan. Saat ini, kondisinya sudah bersih, sehingga apabila hujan curah tinggi, aliran air berjalan dengan lancar,” ucap Sumardi. (and)

Related Articles

Back to top button