Bekasi Pastikan Bebas Varian Omicron

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan tidak ada warga yang terpapar virus varian Omicron (B.1.1.529).  Pernyataan tersebut disampaikan setelah beredarnya informasi di web resmi Pemerintah Kabupaten Bekasi, bahwa ada empat warga yang terpapar umicron.

 


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Masrikoh menyatakan informasi yang ada di web tersebut tidak benar atau salah, karena tidak ada statement orang Kabupaten Bekasi maupun DKI yang terpapar virus omicron.

 


Perempuan yang akrab disapa ini menjelaskan, sebelumnya ada orang perjalan dari luar negri datang ke Indonesia. Kemudian di bandara itu di tes, kebetulan yang tes laboratorium farmalab yang beralamat di Kabupaten Bekasi. Dari hasil pemeriksaan tersebut memang positif, tapi bukan terpapar virus omicron.

 

“Sampelnya dia (laboratorium farmalab) yang ngambil di bandara, terus diperiksa sama, hasilnya positif. Tapi nggak ada bahasa omicron, hanya OTG. Jumlahnya tiga orang,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (8/12).

 

Memang, awalnya WNA tersebut masuk ke laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Kemudian, langsung berkoordinasi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan provinsi dan mereka bukan warga Kabupaten Bekasi. Saat ini ketiga orang tersebut berada di DKI Jakarta menjalani isolasi. “Mereka menjalani Isolasi di Wisma Atlet dan Hotel,” jelasnya.

 

Sementara, untuk kasus aktif harian di Kabupaten Bekasi mulai mengalami dalam satu Minggu ini. Dimana saat ini, kasus aktif hanya 26, dari yang sebelumnya 34. Walaupun memang masih berada di Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. “Kasus aktif di Kabupaten Bekasi mulai mengalami penurunan,” jelasnya.

 

Mengenai penerapan PPKM Level 3 di akhir tahun 2021 ini tidak jadi, dirinya memastikan, tidak ada yang luar biasa, hanya tracing, tracking, maupun imunisasi lebih di masifkan. Tentunya, itu kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan. “Vaksin dan Prokes. Kemudian, tracing, imunisasi, dan prokes harus dijalankan. Tidak ada yang luar biasa di akhir tahun,” ucapnya.

 

Senada juga disampaikan Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi. Dia memastikan hingga saat ini sampai saat ini Kemenkes belum menemukan ada kasus Omicron di Indonesia.

 

Dikatakan, Kemenkes telah mendalami informasi tersebut kepada petugas laboratorium di tempat adanya laporan empat warga yang terpapar Omicron.“Kemenkes terus meningkatkan cakupan tes genom sekuensing dari para pasien yang terpapar COVID-19 untuk mengantisipasi secara dini Omicron di Tanah Air,” terang Nadia.

 

Saat ini sudah ada 11 unit mesin genom sekuensing yang diharapkan dapat membantu mempercepat deteksi varian baru COVID-19, termasuk varian Omicron. Selain itu upaya mengantisipasi importasi varian baru COVID-19 juga dilakukan melalui pengetatan pengawasan bagi setiap pelaku perjalanan internasional.(mif/pra/jpg)