Kota Inklusi

Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Heri Koswara, MA.

RADARBEKASI.ID, – Smart City (Kota Cerdas), Creative City (Kota Kreatif) atau Inklusi City (Kota Inklusi), manakah yang paling tepat bagi Kota Bekasi di masa depan.

 


Sedangkal pengetahuan saya, Pemkot Bekasi sejak beberapa tahun ke belakang, telah menyebut dirinya sebagai Kota Cerdas. Bahkan, termaktub sebagai visi kota ini; Kota Bekasi Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan.

 


Visi sebagai Kota Cerdas ini tampaknya masih kelanjutan dari visi pemerintah sebelumnya, Kota Bekasi Maju, Sejahtera dan Ihsan.

 

Apakah visi sebagai Kota Cerdas sekaligus kreatif, maju, sejahtera dan ihsan sudah tercapai dan dirasakan semua lapisan warga Kota Bekasi? Anda yang menetap dan beraktivitas di Kota Bekasi setiap hari lah yang mampu menjawab pertanyaan di atas.

 

Saya hanya ingin menambahkan satu hal pentingnya keikutsertaan partisipasi seluruh warga masyarakat Kota Bekasi dalam pertumbuhan dan kemajuan kota ini di masa yang akan datang.

 

Partisipasi warga itu, tidak terbatas kategori, strata sosial, suku, ras dan golongan. Bahkan, yang selama ini merasa termarjinalkan maupun terdiskriminasikan sekalipun, dapat memberikan kontribusinya dan mendapatkan haknya yang setara.

 

Akses dan fasilitas di perkampungan di tiap kecamatan, atau para penyandang disabilitas, para jompo dan lanjut usia (lansia) para buruh/pekerja kasar, tuna susila, tuna wisma, para pencari keadilan dan lain-lainnya, patut didengar dan diperhatikan jeritan mereka yang selama ini terbentur beton-beton gedung dan deru pembangunan. Mereka patut dilibatkan dan mendapatkan hak yang setara. Mereka ini juga stakeholder bagi kemajuan kota.

 

Dalam sebuah konsensus global, disebutkan bahwa pada tahun 2050 nanti diperkirakan akan ada 70 persen warga dunia tinggal di perkotaan. Mereka turut mewarnai keberlanjutan dan kemajuan suatu kota. Menurut WHO sekitar 15 persen populasi dunia merupakan masyarakat berkebutuhan khusus (difabel).

 

Warga berkebutuhan khusus ini, salah satu kelompok di garis terdepan yang patut mendapatkan perhatian prioritas. Acap Kali terdengar dan terlihat di lapangan, tidak ada akses dan fasilitas bagi para difabel ini saat mereka sekolah, berkarya, bekerja bahkan di ruang-ruang publik sekalipun. Kalaupun ada, akses dan fasilitas bagi mereka sangat minim-kalau tidak mau disebut sekedarnya saja.

 

Karena itu, saya sebagai warga Kota Bekasi sangat ingin sekali, ke depan melihat Kota Bekasi sebagai Kota Inklusi (Inklusi City) yang nyaman bagi seluruh para warga kotanya. Tanpa terkecuali sedikit pun.

 

Bila hari ini menjadi Kota Kreatif, Kota Cerdas. Bukan hanya milik para kreator, kaum terpelajar dan bermodal. Melainkan milik semua stakeholder warga Kota Bekasi. (*)