254.203 Anak Disuntik Vaksin

VAKSINASI ANAK : Tenaga kesehatan penyuntikan vaksin Covid-19 kepada siswa di SDN Jakasetia 1, Bekasi Selatan Kota Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

BEKASI SELATAN –  Kota Bekasi memulai vaksinasi pada kelompok sasaran yang baru, yakni siswa Sekolah Dasar (SD). Sesuai dengan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), vaksin yang digunakan adalah Sinovac, Kota Bekasi melaksanakan vaksinasi menggunakan vaksin yang tersedia di Kota Bekasi, sebanyak 197.130, persediaan vaksin ini bisa digunakan untuk menjangkau 98.565 anak.

 


Radar Bekasi memantau pelaksanaan vaksinasi di lingkungan SDN Jakasetia 1, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Sejak pukul 08:00 WIB Radar Bekasi berada di lokasi, nampak siswa satu per satu berdatangan bersama dengan orang tua mereka, satu bundel berkas dibawa sebagai syarat vaksinasi, berisi fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan surat persetujuan orang tua.

 


Memasuki lingkungan sekolah, siswa bersama dengan orang tua langsung menuju meja pendaftaran, setelah itu siswa mengikuti screening kesehatan di meja selanjutnya kemudian memasuki ruang kelas yang disulap menjadi ruang vaksinasi. Terakhir siswa menunggu di halaman sekolah beberapa saat untuk pemantauan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

 

Satu persatu siswa keluar dari ruang vaksinasi, diantara mereka menunjukkan perangai wajah tenang, menebar senyum, hingga mereka yang memegangi lengan bekas suntikan. Orang tua harus bekerja keras untuk meyakinkan anaknya ikut vaksinasi.”Ya namanya anak pasti takut, tapi bismillah aja, dibilangin dibilangin, akhirnya mau,” kata salah satu orang tua siswa, Bila (42).

 

Bila mengantarkan anaknya yang duduk di kelas 4 untuk suntik vaksin di sekolah, nampak di halaman sekolah anaknya tidak banyak bergerak, duduk disamping sang ibu menunggu beberapa saat setelah divaksin sebelum pulang ke rumah.

 

Orang tua siswa lainnya, Prasti Nidya Putri (33) juga mengantarkan anaknya yang masih berusia 10 tahun untuk divaksin di lokasi yang sama. Sebagai orang tua, Pasti telah menandatangani surat persetujuan orang tua, ia mengaku sangat mendukung dengan harapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bisa berlangsung 100 persen seperti kondisi normal pasca vaksinasi.

 

Alasan ini juga digunakan untuk meyakinkan buah hatinya agar bersedia divaksin. Pasalnya, ia mengetahui anaknya sudah lama merindukan lingkungan sekolah, guru, hingga teman-teman sebayanya, PTM belakangan dilakukan secara bergantian sehingga ia tidak bisa berjumpa dengan semua teman kelasnya.

 

“Kebetulan dia sudah paham ya (akan divaksin), sudah tahu kalau misalkan belajar di rumah itu nggak enak. Kalau sudah divaksin insyaAllah kamu bisa masuk sekolah full,” paparnya.

 

Total sasaran SDN Jakasetia 1 sebanyak 436 siswa, satu siswa tidak bisa ikut vaksinasi lantaran dalam keadaan tidak sehat. Vaksinasi dilakukan oleh 20 Tenaga Kesehatan (Nakes) dari tiga Puskesmas di sekitar lokasi vaksinasi.

 

Hasil persetujuan orang tua siswa belum bisa dipastikan persentasenya. Perkembangan pelaksanaan vaksinasi kepada siswa SD ini dilakukan setelah pelaksanaan vaksinasi.

 

“Nanti ketahuan persentasenya ketika jumlah siswa 6-11 tahun ini telah divaksin. Jadi berapa yang tervaksin atau yang tidak ketahuan, dan kita cari persentasenya,” terang Sekretaris Disdik Kota Bekasi, Krisman Irwandi.

 

Kendala persetujuan siswa ini sempat dialami pada vaksinasi anak usia 12 sampai 17 tahun atau siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), Atas, dan Kejuruan (SMA/K) beberapa waktu lalu.

 

Beberapa hal menjadi evaluasi Disdik Kota Bekasi pada pelaksanaan vaksinasi kepada siswa SD kali ini. Pertama adalah sosialisasi dan edukasi untuk meyakinkan orang tua, kedua adalah jaminan keamanan pada pelaksanaan PTM pasca vaksinasi.

 

“Hal-hal yang perlu diperkuat pertama itu bagaimana kita memberikan kesadaran kepada orang tua wali murid, bahwa vaksin itu adalah salah satu imun, kekebalan dalam masa Covid-19,” tambahnya.

 

Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyampaikan total sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebanyak 237.715 jiwa. sesuai dengan data kependudukan Kota Bekasi, jumlah anak usia tersebut sebanyak 254.203 jiwa.

 

Pada pelaksanaan awal ini, Pemkot Bekasi menggunakan vaksin yang telah tersedia. Strategi lain disiapkan selain pelaksanaan vaksinasi di lingkungan sekolah, yakni di seluruh Puskesmas dan kerjasama dengan berbagai pihak yang mendorong vaksinasi anak.

 

“Kita masih menggunakan Sinovac yang tersedia, karena jumlahnya masih cukup, stok yang ada 197.130 dosis, dan masih dimungkinkan dikirim lagi,” kata Rahmat.

 

Rahmat menekankan kepada orang tua untuk yakin dan memberikan izin kepada anaknya untuk divaksin. Selain telah mendapat izin penggunaan darurat dan dipastikan aman oleh BPOM, vaksinasi kepada anak ini juga telah direkomendasikan oleh ahli imunisasi nasional Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI)

 

“Vaksinasi anak ini aman, karena sudah mendapat rekomendasi ITAGI dan sangat penting untuk pencegahan Covid-19,” tukasnya.

 

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah mengumumkan hasil laporan uji klinis di berbagai negara, efek samping vaksinasi anak tergolong ringan. Setiap anak disuntik 0,5 mili vaksin tiap dosis, jarak antara suntikan dosis satu dan dosis dua selama 28 hari. (mif/Sur)