Kesehatan

Baru Tiga Hari, Kasus Varian Omicron Bikin Resah

RADARBEKASI.ID, JAKARTA-Varian Omicron mulai bikin resah seluruh dunia. Dalam tiga hari, angkanya sudah bisa bikin seisi bumi lemas. Mohon jangan sepelekan.

Sampai sekeranga tidak ada yang tahu pasti di mana Omicron berevolusi. Semua masih menjadi misteri.

Yang sudah diketahui publik hanyalah fakta, bahwa varian baru itu pertama kali dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari Afrika Selatan pada 24 November lalu.

Kasus pertama ditemukan pada orang yang tinggal di kawasan sub-Sahara Afrika yang diduga mengidap HIV.

Dia tidak menjalani pengobatan. Setelah berkembang dalam tubuh orang itu, Omicron kemudian menyebar ke lebih dari 40 negara.

Dan dalam rentang waktu bulan 1 bulan, varian virus Corona Omicron dilaporkan telah menyebar di 89 negara.

Jumlah kasusnya meningkat dua kali lipat dalam 1,5 hingga tiga hari di daerah dengan penularan komunitas.

Jika Omicron benar-benar berevolusi dalam tubuh seorang pasien yang sistem kekebalannya yang terganggu, maka pemantauan terhadap orang-orang seperti itu akan menjadi sangat krusial dalam memerangi covid.

“Kami sekarang memiliki lebih banyak data yang menunjukkan hubungan antara varian dan orang dengan gangguan kekebalan dengan infeksi Covid kronis,” kata Larry Corey, virolog di Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson, Seattle, Amerika Serikat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai gelisah. Itu dipicu garis genetika Omicron yang tidak memiliki rekam jejak mutasi perantara yang lebih baru.

Versi terdekat hanya bisa terdeteksi dari pertengahan tahun 2020. Sisanya masih sangat gelap.

“Omicron menyebar dengan cepat di negara-negara dengan tingkat kekebalan populasi yang tinggi,” kata WHO dalam sebuah pembaruan seperti dilansir dari Straits Times, Minggu (19/12/2021).

Namun WHO mengaku tidak mengetahui apakah ini karena kemampuan virus untuk menghindari kekebalan, peningkatan penularan yang melekat atau kombinasi keduanya.

Badan kesehatan dunia itu menetapkan Omicron sebagai varian mengkhawatiran pada 26 November, segera setelah pertama kali terdeteksi.

Yang bikin gelisah, masih banyak yang belum diketahui tentang varian itu, termasuk tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.

“Data tingkat keparahan klinis Omicron masih terbatas,” kata WHO.

Ganjalan data yang terbatas masih menghantui WHO. Sampai saat ini, tidak ada bukti review tentang kemanjuran atau efektivitas vaksin untuk Omicron.

Analisis genetik telah menunjukkan bahwa Omicron berada di cabang pohon keluarga yang sama sekali berbeda.

WHO memperingatkan bahwa dengan kasus yang meningkat begitu cepat, rumah sakit bisa kewalahan di beberapa tempat.

“Rawat inap di Inggris dan Afrika Selatan terus meningkat, dan mengingat jumlah kasus yang meningkat pesat, ada kemungkinan banyak sistem perawatan kesehatan menjadi cepat kewalahan,” tulis WHO. (zar/jpnn)

Related Articles

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button