Geliat Bisnis Budidaya Anggur di Tengah Pandemi

BERBUAH: Aria Septiana dan sang Ayah Endang Suriatna ketika berada di deretan pohon anggur sistem tabulampot di "Rumah Anggur" miliknya di RT 01/12, Kayuringinjaya, Bekasi Selatan. IRWAN/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, Buah anggur tak hanya tumbuh subur di luar Indonesia. Di tengah pusat Kota Bekasi tepatnya di Kampung Kayuringin, RT 01/12 Kayuringinjaya, Bekasi Selatan, puluhan jenis pohon anggur mampu tumbuh subur bahkan bisa menghasilkan ”cuan”.

 


IRWAN

Bekasi Selatan


 

Pandemi Covid-19 menuntut kita untuk berpikir kreatif. Membaca peluang, atau mencari hobi baru untuk sekadar menghilangkan penat atau bisa jadi meningkatkan imunitas.

 

Ya, budidaya tanaman, mulai dari tanaman hias hingga tanaman produktif digandrungi berbagai kalangan di tengah banyaknya aktivitas di rumah selama Pandemi. Siapa sangka, berawal dari hobi itu justru dapat menghasilkan penghasilan tambahan.

 

Seperti yang dilakukan Aria Septiana (35). Desember 2020 lalu, ia mulai

mencoba menanam dua pohon anggur jenis Jupiter dan Ninel. Bibitnya dibeli di wilayah Bekasi dengan harga ratusan ribu rupiah.

 

Awalnya hanya sekadar hobi dan mencoba hal baru, setelah ternak burung murai yang juga ia geluti sudah berjalan dan menghasilkan. “Pertama tanam itu Desember 2020 saya beli bibitnya masih di wilayah Bekasi,”ujar Aria ditemui di Rumah Anggur miliknya di Kampung Kayuringinjaya RT 01/12 Kelurahan Kayuringin, Bekasi Selatan.

 

Proses tanam di awal tak semulus yang diharapkan. Dari dua pohon yang ia tanam satu pohon justru mengering dan mati.

 

Hal itu justru menambah penasaran dan rasa ingin tahu mantan pegawai BUMN ini. Hingga akhirnya ia coba mempraktikan budidaya anggur dengan proses grafting atau sambung pucuk, serta perbanyak tanaman dengan menggunakan potongan tubuh tanaman (batang) atau proses stek. Ia mencoba melakukan grafting batang induk lokal dengan pucuk anggur impor.

 

Hasilnya tumbuh subur hingga saat ini. Bahkan sudah masuk proses panen buah. Berbekal itu Aria sapaan akrabnya bersama sang Ayah, Endang Suriatna (59) terus memperbanyak bibit dengan proses grafting, stek dan cangkok. Untuk proses pembibitan memang tidak mudah, khususnya proses stek serta grafting yang butuh ketelitian, sabar dan ulet. Dari situlah yang membuat harga jual bibit ini terbilang istimewa.

 

“Proses pembibitan kita pakai sistem grafting, stek dan cangkok,”tambah pria jebolan Sarjana Teknik Sipil Undip yang juga ASN di Pemerintah Kota Bekasi ini.

 

Proses cangkok dilakukan ketika pohon sudah mulai masuk masa pemangkasan.  Pasalnya, untuk menghasilkan bakal buah, anggur harus melewati proses pemangkasan terlebih dahulu.

 

Nah, dari hasil cangkok, proses grafting dan stek ini lah bibit pohon anggur didapat dan menarik minat banyak konsumen hingga luar daerah. Harga bibit pun dibanderol beragam mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu.

 

Untuk konsumen  mulai dari wilayah Jabodetabek, Sumatera, Sulawesi, hingga Kalimantan. Dan hasilnya ’cuan’ jutaan rupiah bisa didapat dari keuletan dan hobi yang mulai marak digandrungi ini.

 

Untuk proses tanaman hingga pembibitan, pria yang aktif di organisasi pecinta alam sejak SMA ini memanfaatkan lahan pekarangan. Dan saat ini coba membangun ”Rumah Anggur” memanfaatkan lahan sekitar rumah. Ya, konsepnya Urban Farming.

 

Selain menjual berbagai bibit anggur impor, lebatnya buah anggur di beberapa pohon yang ia tanam juga menarik perhatian. Bahkan saat ini sudah bisa dinikmati. Dua jenis pohon, Ninel dan Jupiter yang terbilang rajin berbuah. Pantauan Radar Bekasi, lebatnya buah anggur menghiasi pekarangan rumah.

 

Bahkan ia juga coba mengimprovisasi dengan konsep tabulampot (tanaman buah dalam pot). Pohon anggur pun berbuah cantik dan memiliki harga jual tinggi hingga jutaan rupiah.”Harga tabulampot yang sudah berbuah itu mulai Rp 1,5 juta. Untuk bibit kita biasa kirim menggunakan paket, atau yang dekat bisa pakai ojek online. Kalau tabulampot wilayah Bekasi kita bisa kirim langsung,”sahut sang Ayah Endang Suriatna.

 

Diketahui, saat ini ada beberapa jenis anggur yang ia budidaya. Diantaranya Ninel, anggur asal ukraina ini tumbuh subur di tempatnya bahkan sudah tiga kali masuk proses panen sejak ditanam akhir 2020 lalu. Ada juga Jupiter, varietas anggur meja (table grape) yang menghasilkan buah berwarna ungu pekat dengan bentuk buah dan rasa unik.

 

Ada juga Moon Drops, jenis anggur yang biasa ditemukan di dataran tinggi Amerika Serikat. Ada Sweet Jubilee, jenis anggur yang tumbuh di daerah California ini adalah salah satu varietas unggulan.

 

Selain itu ada juga puluhan jenis lainnya seperti, Carnival, Transfiguration, Akademik, Gozv, Giant Grande, Taldun, Bogema, Jubile, Katrusya, Bravissimo, Pysangki, Waterfall, Lorano, Arra 29, Basanti, Heliodor, Cotton candy dan Dixon.

 

Hingga saat ini peminat bibit anggur terbilang tinggi. Budidaya anggur konsep urban farming ini coba terus dikembangkan dengan membuat “Rumah Anggur”, memaksimalkan cara berkebun di tengah terbatasnya lahan di pusat kota.  (one).