Pemkab Tiadakan Penyekatan Kendaraan Saat Nataru

ILUSTRASI: Penumpang mencari bus di terminal Induk Bekasi, Senin (13/12). Pemerintah Kota Bekasi akan menyiapkan beberapa titik pos penyekatan saat libur Natal dan Tahun Baru. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, tidak akan melakukan penyekatan maupun penutupan tempat-tempat wisata saat perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Meski demikian, ada sekitar 100 titik lokasi keramaian yang akan terus dipantau, mengingat tidak boleh ada kerumunan masyarakat, saat Nataru.


“Kalau penyekatan memang tidak ada, termasuk penutupan tempat-tempat wisata,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi, Akhmad Marjuki, usai menghadiri acara forum Latar, Kamis (23/12).

Hanya saja, ia menegaskan, kegiatan masyarakat tetap akan dibatasi, dalam artian tidak boleh ada kerumunan. Kemudian, untuk masyarakat yang mau masuk ke tempat wisata, harus menggunakan scan barcode melalui PeduliLindungi. Untuk memastikan itu, unsur Forkopimda Kabupaten Bekasi, akan berkeliling ke titik-titik yang sudah ditentukan.


“Para Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 yang terdiri dari unsur Forkopimda, akan keliling. Ada 100 titik yang akan dikunjungi, sehingga tidak ada kerumunan,” terang Marjuki.

Ia sangat berharap, agar tidak ada kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan saat Nataru, dan masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Sebab, pandemi Covid-19 masih ada di Kabupaten Bekasi. Selain itu, Marjuki juga menghimbau, agar masyarakat maupun Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak melakukan perjalanan keluar daerah saat Nataru.

“Saya menghimbau, agar masyarakat sebisa mungkin tidak keluar dari Kabupaten Bekasi. Kalaupun mau liburan, disini juga banyak tempat-tempat liburan, jadi tidak perlu keluar lagi,” saran Marjuki.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Hendra Gunawan menambahkan, dalam pengamanan Nataru ini, pihaknya akan menerjunkan anggota kepolisian ke sejumlah titik yang sudah ditentukan. “Kami bakal menerjunkan sebanyak 1.200 personel, yang akan disebar ke sejumlah titik,” beber Hendra.

Lanjutnya, dengan tidak adanya penyekatan pada Nataru tahun 2021 ini, maka untuk tempat wisata dan pusat perbelanjaan, akan tetap dibuka dengan mematuhi prokes, serta pengunjung yang mau masuk, harus melakukan scan barcode melalui aplikasi PeduliLindungi.

“Masyarakat harus tetap menjaga prokes. Jika ada yang melanggar, maka akan dikenakan sanksi. Diharapkan, masyarakat tidak merayakan malam pergantian tahun,” katanya. (pra)