Banjir, 10 Rumah Tergerus Air

TANAH LONGSOR: Warga memperlihatkan rumah yang telah rusak akibat longsor atau tergerus air Kali Bekasi, di Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (23/1). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, TAMBUN UTARA – Sebanyak 10 rumah di RT 01/01, Desa Satria Jaya, mengalami rusak parah, dan beberapa diantaranya hanyut akibat tergerus aliran Kali Bekasi.

Rumah yang hancur itu berada di pinggiran Kali Bekasi, dan sejak beberapa pekan terakhir, hujan deras mengguyur berbagai wilayah Kabupaten Bekasi, sehingga aliran sungai semakin deras.


“Saat hujan deras, sempat banjir. Kami sekeluarga pada keluar, soalnya air di kali juga deras, dan tau-tau airnya sudah masuk setengah rumah saya,” kata Fira (40), Minggu (23/1).

Menurut wanita yang rumahnya hancur akibat tanah pinggiran kali longsor ini, bagian ruang tamu, dapur serta kamar tidur rumah, hanyut. Rumahnya pun hanya menyisakan halaman depan, serta beberapa bagian bangunan.


Warga lainnya, Erman (57) mengaku, longsornya pinggiran Kali Bekasi itu, sudah terjadi sejak 2007 lalu. Warga yang mengaku sudah 30 tahun tinggal di Satria Jaya tersebut menyampaikan, setiap longsor terjadi, sebagian tanah miliknya pun ikut hanyut. Dari semula 1.200 meter persegi, kini hanya menyisakan 800 meter.

“Saya sudah 30 tahun tinggal disini. Awalnya tanah saya 1.200 meter persegi, kemudian menyusut sampai 900 meter. Terakhir diukur lagi sama orang dinas, katanya jadi 800 meter persegi. Makin tahun makin banyak yang hilang,” tutur Erman.

Ia menjelaskan, semula jarak antara pinggiran Kali Bekasi dengan rumah warga, itu sekitar 30 meter. Belakangan, pinggiran kali makin tergerus hingga rumah warga tidak ada lagi.

“Sejak 2007 itu sudah mulai longsor, dan terakhir 2022 ini. Dulu mah sampai radius 30 meter dari kali yang asli sampai rumah warga. Sekarang, malah rumah warga yang tergerus,” bebernya.

Lanjut Erman, longsornya tanah pada pinggiran kali ini, masih terus terjadi, jika tidak segera diperbaiki. Apalagi kondisinya makin membahayakan, ketika turun hujan deras hingga banjir.

Erman berharap, kondisi ini segera diperbaiki baik oleh pemerintah daerah maupun pusat.

Sementara Camat Tambun Utara, Najmuddin menyampaikan, total ada 10 rumah yang hancur akibat longsor. Sebanyak tujuh rumah rusak parah, sisanya rusak sedang.

Ia memastikan, pemerintah telah menanggulangi bencana longsor ini. Warga yang menjadi korban telah diarahkan untuk tinggal sementara di rumah saudara mereka. Kemudian, bantuan logistik pun telah dibagikan.

“Kami sudah minta mereka (warga) untuk sementara waktu tinggal di rumah saudaranya yang dekat wilayah itu. Kebetulan, ini satu keluarga. Jadi, mereka berdekatan tinggalnya dari rumah yang hancur itu. Kemudian, kami juga sudah memberikan bantuan logistik berupa beras, selimut makanan dan air bersih dari Dinsos dan BPBD,” terang Najmuddin.

Pihaknya juga telah mengajukan perbaikan darurat di lokasi kejadian, untuk mencegah longsor kembali.

“Kami sudah mengajukan surat kepada BPBD, agar tanah ini tidak semakin tergerus, diberikan bambu dan karung berisi pasir di sepanjang bantaran sungai. Supaya ketika air meluap, tanah yang ditempati warga lain tidak tergerus. Penanganan lebih lanjut, memang agak lama, yakni evaluasi secara total rumah warga. Nanti kami minta bantuan ke Dinas Perkimtan untuk menangani hal itu,” tandas Najmuddin. (and)