PDIP Gaungkan Gerakan Sicita dan Tanam Pohon

TANAM POHON : DPC PDIP Kabupaten Bekasi saat melaksanakan penanaman pohon di Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin. ISTIMEWA/RADAR BEKASI
TANAM POHON : DPC PDIP Kabupaten Bekasi saat melaksanakan penanaman pohon di Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin. ISTIMEWA/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi launching Gerakan Senam Cinta Tanah Air (Sicita) di wilayah Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan. Kegiatan ini sekaligus menanam pohon pendamping makanan di Desa Jayabakti, Kecamatan Cabangbungin.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangkaian HUT PDI Perjuangan Ke-49 hingga pada akhir Mei 2022 dan sekaligus merayakan Ulang Tahun Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri Ke-75.


Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Soleman mengatakan, selama masa rangkaian HUT PDI Perjuangan, pihaknya akan terus melakukan kegiatan dan meramaikan bersama rakyat.

“Kami ingin menumbuhkan dan meningkatkan cinta tanah air, dengan kegiatan senam yang diiringi lagu-lagu patriotisme dan melakukan penanaman pohon,” ujarnya usai kegiatan.


Soleman menjelaskan, Gerakan Sicita akan digabungkan di setiap seminggu sekali dan dapat menjadi gerakan di setiap sekolah. Sehingga, masyarakat Indonesia, khususnya Kabupaten Bekasi dan anak muda dapat mengingat lagu patriotisme.

“Saat ini anak muda sudah jarang dan mungkin lupa lagu-lagu patriotisme ataupun lagu kebangsaan. Nah, cara mengingatkannya kita putar lagunya melalui senam,” katanya.

Soleman menambahkan, untuk merayakan Ulang Tahun Megawati Soekarnoputri Ke-75, pihaknya meng instruksikan seluruh kader PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi untuk menanam pohon. Apalagi, untuk tahun ini pohon sebagai pendamping makanan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Muhammad Fauzi mengatakan, gerakan menanam pohon berkesinambungan sangat penting, agar lingkungan sejuk dan bumi hijau. Terlebih jika melihat perkembangan global saat ini, kegiatan penghijauan di ruang publik sedikit terabaikan.

“Penanaman pohon saat ini mungkin tidak langsung dirasakan saat ini, namun beberapa tahun kedepan bisa dinikmati masyarakat,” kata Ozi sapaan akrabnya. (pra)