Beri Toleransi Penugasan dan Kehadiran

 ILUSTRASI: Siswa SDN Jatiasih X Kota Bekasi saat mengantri menunggu giliran cuci tangan. Sejumlah SD dan SMP di Kota Bekasi yang telah melaksanakan PTM secara terbatas dengan kapasitas siswa 50 persen, memberikan toleransi kepada siswa dalam hal penugasan dan kehadiran. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI
ILUSTRASI: Siswa SDN Jatiasih X Kota Bekasi saat mengantri menunggu giliran cuci tangan. Sejumlah SD dan SMP di Kota Bekasi yang telah melaksanakan PTM secara terbatas dengan kapasitas siswa 50 persen, memberikan toleransi kepada siswa dalam hal penugasan dan kehadiran. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah satuan pendidikan jenjang SD dan SMP di Kota Bekasi yang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas dengan kapasitas siswa 50 persen, memberikan toleransi kepada siswa. Toleransi diberikan dalam hal penugasan dan kehadiran.

Seperti yang dilakukan oleh SMPN 29 Bekasi. “Kita masih memberikan toleransi kepada siswa sampai dengan saat ini. Toleransi yang kami berikan adalah terkait penugasan dan kehadiran siswa,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 29 Bekasi Nining kepada Radar Bekasi, Rabu (26/1).


Lebih lanjut dikatakan, toleransi diberikan sejak sekolah memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Saat PJJ banyak sekali siswa yang mendapatkan toleransi tersebut, tapi pas PTM terbatas 50 persen siswa yang kami berikan toleransi jadi sedikit. Karena sebagian siswanya sudah bisa kami awasi secara langsung,” imbuhnya.

Toleransi masih akan terus diberikan sampai proses pembelajaran dapat diterapkan secara menyeluruh. Namun toleransi yang diberikan tetap harus dalam pengawasan guru.


“Jangan yang mentang-mentang diberikan toleransi lalu siswa bisa bebas gitu aja, karena jika janggal kami akan melakukan home visit,” ucapnya.

Sementara, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Pondok Melati Elia Tarmi mengungkapkan, bahwa dengan situasi dan kondisi yang belum sepenuhnya normal, sekolah memberikan kebijakan toleransi kepada siswa terkait penugasan dan kehadiran.

“Ya, kami masih memberikan toleransi tersebut karena sikonnya belum mendukung”, terangnya.

Pemantauan siswa secara langsung yang belum bisa dilakukan oleh pihak sekolah saat ini menjadi salah satu alasan untuk tetap memberikan toleransi tersebut.

“Alasannya memang karena sekolah belum bisa mengawasi siswa secara langsung dan menyeluruh, jadi toleransi masih diberikan namun dengan tetap pengawasan sekolah,” pungkasnya. (dew)