PDAM TB Bentuk Tim Tekan Kebocoran Air

PERBAIKI PIPA: Sejumlah pekerja memperbaiki pipa Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi (PDAM TB) yang rusak, di pinggir Jalan Raya Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. DOK.PDAM TB/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi ((PDAM TB) Bekasi, berencana membentuk tim khusus yang bertugas untuk menekan tingkat kehilangan atau kebocoran air saat proses produksi dan distribusi di jaringan perpipaan.

“Saya sudah minta kepada manajemen untuk segera membentuk tim penanganan kebocoran pipa, saat berkunjung ke Rawa Tembaga, Kota Bekasi, yang merupakan kantor cabang penyumbang kebocoran air terbesar bagi perusahaan,” kata Direktur Utama PDAM TB Bekasi, Usep Rahman Salim.


Menurut dia, kehilangan air akibat kebocoran, merupakan salah satu kendala yang dialami perusahaan air minum secara umum, termasuk yang kerap terjadi di PDAM TB.

“Tinggal bagaimana cara dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi kehilangan air ini, agar bisa diminimalisir,” ujar Usep.


Ia mengaku telah menginstruksikan kepada setiap pimpinan di seluruh kantor cabang dan kantor cabang pembantu, termasuk semua karyawan PDAM TB, untuk bekerja maksimal serta saling koordinasi mengatasi persoalan ini.
,
“Saya sudah perintahkan 13 kepala cabang dan 13 kepala cabang pembantu baik di Kota maupun Kabupaten Bekasi, untuk mampu mengatasi kebocoran air, salah satunya dengan membentuk tim khusus,” terang Usep.

Lanjutnya, setelah terbentuk, tim tersebut bertugas melakukan pendataan terhadap titik-titik yang rawan kebocoran, untuk kemudian dilaporkan serta ditindaklanjuti dengan penggantian jaringan pipa secara bertahap.

Tim juga dapat mengambil tindakan terhadap pelaku penyambungan koneksi ilegal.

“Jika memiliki rekening PDAM TB, maka pelaku koneksi ilegal itu harus membayar tagihan hingga lunas. Tapi jika bukan pelanggan, maka sanksi akan ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Usep juga berpesan, agar tim nantinya bisa bertugas sebaik mungkin dalam menekan tingkat kebocoran. Dengan demikian, diharapkan ada peningkatan pendapatan yang bisa dibukukan karena terjadi efisiensi.

Diketahui, saat ini tingkat kehilangan air di PDAM TB Bekasi, antara 27-30 persen. Penyebab utamanya adalah pipanisasi, dan terganggu pelebaran jalan, serta tekanan kendaraan.

“Karena sebagian besar jaringan pipa berada di pinggir jalan raya, yang mana setiap saat dilalui kendaraan bertonase berat,” tandas Usep. (and/adv)