Mesti Bijak Gunakan THR

Mediati Saadah

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sementara itu, Pengamat ekonomi STIE Mulia Pratama, Mediati Saadah menilai pengeluaran masyarakat pada hari-hari besar seperti lebaran bisa meningkat dua kali lipat. Dia juga mengingatkan kepada masyarakat Bekasi khususnya untuk bijak menggunakan dana Tunjangan Hari Raya (THR) saat berbelanja.

“Anda lihat begini saja, pendapatan per kapita Bekasi di BPS berapa, terus belanja konsumsinya berapa. Katakanlah kalau hari biasa per bulan segini, kalau lebaran misalnya naik 50 persen atau naik jadi dua kali lipat,” ungkapnya.


Menurutnya, masyarakat harus bisa mendahulukan kebutuhan, bukan keinginan, meski uang THR diberikan setahun sekali untuk pengeluaran saat Lebaran. Dalam menentukan skala prioritas ini harus benar-benar sesuai dengan prinsip kebutuhan melawan keinginan. Tak perlu menghamburkan uang untuk sekadar pamer status sosial.

Selain untuk dibelanjakan, fungsi uang sebagai alat jaga-jaga atau saving tidak boleh dikesampingkan, idealnya uang THR yang dibelanjakan 70 sampai 75 persen dari total uang yang diterima, sisanya disimpan.


Bagi masyarakat yang akan mudik, perputaran yang tidak berhenti untuk berbelanja sebelum mudik. Dampak ekonominya juga akan terasa sampai di daerah tujuan mudik, ia menyebut terjadi transfer uang dari wilayah perkotaan ke berbagai daerah, uang tersebut dibawa dan dibelanjakan oleh masyarakat yang pulang ke kampung halaman.

“Selain dia membeli barang dari Jakarta untuk dibawa ke daerah, mereka juga membawa uang ke daerah. Katakan satu orang pengeluaran untuk dia mudik antara 3 sampai 5 hari, pengeluaran satu orang misalnya satu hari Rp100 ribu, tiga hari sudah Rp300 ribu, lima hari Rp500 ribu,” paparnya.

Naiknya permintaan barang dan jasa akan berdampak pada peningkatan perekonomian, termasuk juga dampaknya akan dirasakan oleh pegawai di pusat perbelanjaan berupa penambahan jam kerja untuk memenuhi permintaan masyarakat. Terlebih, tumbuhnya perekonomian Indonesia bergantung pada sisi konsumsi masyarakat.

“Karena jumlah barang dan jasanya naik, artinya terjadi pertumbuhan ekonomi di momen hari-hari lebaran,” tukasnya.(sur)