PAUD Tak Lagi Sepi Peminat

ILUSTRASI: Guru memberikan materi pembelajaran kepada siswa PAUD Pelangi. PAUD di Kota Bekasi tak lagi sepi peminat pada tahun ini. ISTIMEWA

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Bekasi tak lagi sepi peminat pada tahun ini. Sejumlah lembaga melaporkan sudah menerima banyak pendaftar pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2022/2023.


Ketua HIMPAUDI Kota Bekasi Rusi Pelangi mengatakan, PPDB PAUD tahun ini mengalami peningkatan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu berdasarkan pemantauannya.

“Selama dua tahun belakangan ini, peminat PAUD di Kota Bekasi sempat mengalami penurunan. Tahun ini alhamdulillah progresnya lebih baik dibandingkan dua tahun belakangan kemarin,” ujar Rusi kepada Radar Bekasi, Senin (27/6).


Menurut data Dinas Pendidikan Kota Bekasi, jumlah PAUD di Kota Bekasi sebanyak 1.296 lembaga. Rinciannya, TK 821 lembaga, KB 233 lembaga, SPS 238 lembaga, dan TPA 4 lembaga.

Pada 2021, rata-rata PAUD mengalami penurunan jumlah pendaftar sebesar 30-40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan lembaga PAUD masih membuka pendaftaran sampai dengan cut off Dapodik.

Tahun ini, sejumlah orangtua sudah banyak orangtua yang mendaftarkan anaknya ke jenjang PAUD. “Saya hadir melihat beberapa lembaga PAUD, rata-rata mereka sudah banyak yang menerima calon peserta didik baru. Ya, masing-masing sudah 50 persen lah (dari kuota,Red,” jelasnya.

Menurut Rusi, banyaknya pendaftar diperkirakan disebabkan oleh surat keterangan ketuntasan pencapaian (SKKP) perkembangan anak usia dini sebagai salah satu syarat masuk SD.

“Siswa yang usianya kurang dari tujuh tahun itu harus melampirkan SKKP dan tahun ini surat tersebut sudah diberlakukan. Dengan adanya syarat tersebut menurut saya dampak daya tariknya bisa dirasakan pada tahun ini,” jelasnya.

Selain itu, karena proses penerimaan calon peserta didik baru PAUD dilakukan secara offline atau datang secara langsung ke lembaga PAUD yang dituju.

“Kalau PAUD itu daftarnya masih dilakukan secara offline atau orangtua bisa hadir secara langsung,” ujarnya.

Dari total jumlah PAUD 1.296 lembaga, terdapat 10 TK negeri yang pada tahun ini masing-masing lembaga menerima dua sampai tiga rombongan belajar (rombel).

“HIMPAUDI hanya mengingatkan bahwa dari jumlah TK negeri yang ada, jumlah rombelnya jangan terlalu banyak. Karena untuk mengimbangi jumlah PAUD swasta di Kota Bekasi yang jumlahnya cukup banyak,” tuturnya.

Sementarara, Kasie Lembaga PAUD Kota Bekasi Heru mengatakan, jumlah rombel PAUD dibatasi. Masing-masing PAUD maksimal hanya boleh menerima dua sampai tiga rombel dengan jumlah siswa per kelas 15 anak.

“Untuk negeri sudah dibatasi yaitu hanya menerima dua sampai dengan tiga rombel saja, karena kami ingin semua lembaga PAUD dapat memenuhi kuota dalam penerimaan peserta didik baru tahun ini,” jelasnya.

Ia berharap, PPDB PAUD tahun ini dapat lebih baik dibandingkan dua tahun belakangan. “Ini progresnya sudah cukup baik meskipun belum menerima laporan secara menyeluruh. Karena prosesnya masih berlangsung, tetapi beberapa kepala lembaga PAUD menyampaikan bahwa saat ini sudah cukup banyak peserta didik yang melakukan proses pendaftaran,” pungkasnya. (dew)