Ratusan Siswa Mengundurkan Diri

ILUSTRASI: Sejumlah siswa bersama orangtuanya antre layanan PPDB di SMKN 8 Kota Bekasi. Sebanyak 395 siswa SMA, SMK, dan SLB wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos seleksi PPDB tahap pertama. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 395 siswa SMA, SMK, dan SLB wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi mengundurkan diri setelah dinyatakan lolos seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahap pertama. Alasannya, tidak ingin melanjutkan pendidikan di sekolah tujuan.


Pengunduran diri ratusan siswa itu diketahui saat daftar ulang PPDB tahap pertama 21-22 Juni 2022. Mereka membuat surat pernyataan pengunduran diri ke masing-masing sekolah tujuan.

Berdasarkan data yang dihimpun, PPDB tahap pertama 6-10 Juni 2022 menerima pendaftar sebanyak 40.991 siswa. Rinciannya, dari sekolah Kota Bekasi 19.045 siswa dan Kabupaten Bekasi 21.946 siswa.


Setelah melalui verifikasi, pendaftar yang diterima atau lolos seleksi sebanyak 19.184 siswa. Rinciannya, dari sekolah Kota Bekasi 7.493 siswa dan Kabupaten Bekasi 11.691 siswa.

Siswa yang diterima merupakan pendaftar dari jalur Afirmasi, Prioritas Terdekat, Perpindahan Tugas, Prestasi Kejuaraan, dan Persiapan Kelas Industri.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Asep Sudarsono mengatakan, siswa yang dinyatakan diterima wajib melakukan daftar ulang di sekolah tujuan.

“Calon peserta didik (CPD) yang dinyatakan lolos wajib melakukan daftar ulang, jika tidak melakukan daftar ulang maka dianggap gugur,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Selasa (28/6).

Menurutnya, siswa yang dinyatakan lolos seleksi kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri, maka yang bersangkutan wajib membuat surat pernyataan pengunduran diri.

Ia menyampaikan, dari jumlah pendaftar 40.991 siswa yang lolos seleksi 19.184 siswa. Dari jumlah siswa yang diterima, 18.789 siswa telah melakukan daftar ulang. Sedangkan 395 siswa memutuskan untuk mengundurkan diri.

“Yang bersangkutan memang tidak ingin melanjutkan pendidikan di sekolah tujuan,” jelasnya.

Sementara, Ketua Panitia PPDB SMKN 8 Kota Bekasi Hikmah Tuloh Sidik mengungkapkan, hanya satu calon peserta didik yang memutuskan untuk mengundurkan diri.

“Di sekolah kami hanya ada 1 CPD yang mengundurkan diri, karena siswa tersebut memilih sekolah swasta yang sudah terlebih dahulu dibayar uang gedungnya. Jadi membuat surat pengunduran diri untuk SMKN 8 Kota Bekasi,” ucapnya.

Sebelum melampirkan surat pengunduran diri, sekolah sudah memastikan kepada calon peserta didik bersangkutan untuk benar-benar mengambil keputusan yang terbaik.

“Kami tentu menanyakan terlebih dulu kepada CPD yang bersangkutan apa keputusannya sudah bulat, jika CPD yang bersangkutan sudah yakin maka kami akan menerima surat pengunduran diri tersebut untuk dilaporkan,” terangnya.

Hal senada disampaikan Kepala SMAN 1 Sukakarya Acep Hadi. Ia mengatakan, dari jumlah siswa yang diterima pada PPDB tahap pertama, ada tiga calon peserta didik yang mengundurkan diri.

“Ada tiga calon peserta didik yang memutuskan untuk mengundurkan diri saat proses daftar ulang. Dengan alasan bahwa jarak sekolah dengan rumah terlalu jauh,” ucapnya.

Dikatakannya, dalam pengunduran diri pihak sekolah tidak bisa memaksakan keputusan yang telah dibuat oleh calon peserta didik yang bersangkutan.

“Kami tidak bisa memaksa karena itu keputusan dari CPD, jadi tiga CPD yang bersangkutan sudah melampirkan surat pengunduran diri,” pungkasnya. (dew)