Disdik Berupaya Pinjam Meja dan Kursi

BELAJAR LESEHAN: Sejumlah murid belajar tanpa menggunakan meja dan kursi, di SDN Mekarsari 05, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (27/7). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Adanya sejumlah sekolah di Kabupaten Bekasi yang belum dilengkapi meja dan kursi (meubelair), sudah diketahui Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi, Carwinda. Bahkan, ada puluhan murid di SDN Mekarsari 05, yang duduk di lantai saat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung.

Dalam waktu dekat, Carwinda mengaku akan meminjamkan meja dan kursi cadangan dari sekolah lain, agar para murid bisa belajar dengan laik.


“Kami sudah mengantisipasi, dan akan mengambil meja dan kursi dari sekolah lain yang tidak digunakan,” tutur Carwinda, Kamis (28/7).

Sedangkan rencana jangka panjangnya, kata dia, Disdik telah mengajukan pembelian meja dan kursi baru, tak hanya untuk SDN Mekarsari 05, namun juga sekolah lain yang pengerjaan pembangunannya telah rampung.


“Pengadaan meja dan kursi baru tidak hanya untuk sekolah SDN Mekarsari 05 saja, melainkan ada juga buat sekolah yang lain. Tapi saya tidak hafal berapa jumlah kebutuhannya. Yang pasti, semua untuk sekolah yang baru selesai dibangun,” ucapnya.

Terkait jumlah meja dan kursi yang nantinya akan diberikan kepada SDN Mekarsari 05, lanjut Carwinda, jumlahnya baru akan diketahui setelah proses peminjaman barang inventaris dari sekolah lain selesai.

“Jumlahnya tergantung dari berapa meja dan kursi yang dipinjamkan ke sekolah tersebut dari sekolah lain. Tinggal dilihat nanti berapa sisa meja dan kursi yang kurang,” bebernya.

Dijelaskan Carwinda, terkait kondisi murid di SDN Mekarsari 05 yang duduk di lantai saat belajar tanpa ada meja dan kursi, sempat roboh sebelum diperbaiki.

Hal tersebut mengakibatkan sejumlah meja dan kursi rusak akibat tertimpa material gedung.

“SDN 05 ini kan diperbaiki total, dan kebetulan meubeler yang lama sudah rusak semua, karena gedung lama itu roboh,” terang Carwinda.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komite SDN Mekarsari 05, Nanang Kosim mengakui, sekolah tempat anaknya menuntut ilmu itu sangat membutuhkan meubelair, karena mengingat KBM sudah berlangsung secara tatap muka seperti biasa.

“Yang paling utama di Tambun Selatan ini, sangat dibutuhkan mebeler untuk pelajar di SDN Mekarsari 05, dibawah kepemimpinan Ibu Heni,” ujar Kosim.

Ia menceritakan, tidak adanya mebeler di sekolah tersebut sudah cukup lama. Sejak dibangun gedung baru, mebeler-nya masih menggunakan yang lama, dan kondisinya sudah tidak layak digunakan.

”Karena gedungnya baru, seharusnya meubelair juga baru, agar para guru dan murid, belajar dengan nyaman,” harap Kosim.

Kata dia, hampir enam kelas masih kosong mebeler, dan hanya beberapa saja yang masih digunakan oleh guru dan kepala sekolah. Kondisi belajar di lantai, juga dirasakan oleh siswa-siswi SMPN 03 Bojongmangu.

Selama jam belajar, mereka harus duduk di lantai yang dingin tanpa dilapisi selembar alas pun. Saat guru menerangkan pelajaran, mereka terpaksa menyalin dengan susah payah. Inilah yang harus dijalani para pelajar tersebut.

Menurut Ketua Komite SMPN 3 Bojongmangu, Ondang Donal, dirinya sangat prihatin dengan kondisi itu, padahal sudah lama diajukan Ruang Kelas Baru (RKB), namun hingga kini belum juga dibangun.

“Kondisi ini cukup memprihatinkan sekali. Padahal anak-anak yang menuntut ilmu ini, merupakan generasi penerus bangsa,” ucap Donal.

Seperti diketahui, SMPN 3 Bojongmangu hanya berjarak ratusan meter dari pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi, dan kawasan industri. Namun KBM para siswa-siswi SMPN 3 Bojongmangu, masih numpang di gedung SDN
Sukabungah 01, dan itupun belajar tanpa mebeler di atas lantai, karena tidak memiliki gedung sendiri.

“Kami selaku Komite SMPN 03 Bojongmangu berharap, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, terutama Disdik, Bappeda, Dinas PUPR, DPRD, terkhusus Pj Bupati, agar usulan RKB gedung SMPN 3 Bojongmangu, bisa segera direalisasikan pada tahun 2023, dan menjadi
prioritas, jangan sampai gagal lagi,” harapnya. (and)