FKPP Kota Bekasi Ajak Pimpinan Ponpes Ciptakan Ruang yang Aman dan Nyaman bagi Santri

UPACARA: Sejumlah santri mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional 2022 di Alun-alun Kota Bekasi, Sabtu (23/10). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Peringatan Hari Santri Nasional 2022 dijadikan momen Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Bekasi untuk mengajak kepada seluruh pimpinan pondok pesantren (ponpes) untuk menciptakan ruang aman dan nyaman bagi santri.

Ketua FKPP Kota Bekasi Mulyadi Effendi mengaku prihatin dengan maraknya tindak kekerasan yang terjadi di pondok pesantren luar Kota Bekasi. Adanya tindak kekerasan itu seolah pondok pesantren bukan menjadi tempat yang aman bagi santri menuntut ilmu.


“Beberapa kali berita menunjukan bahwa pondok pesantren merupakan tempat yang tidak cukup aman untuk para santrinya,” ujar Mulyadi kepada Radar Bekasi, Sabtu (22/10).

Oleh karena itu, di momen Hari Santri Nasional, FKPP Kota Bekasi mengajak kepada seluruh pimpinan pesantren untuk menciptakan lingkungan pondok yang aman dan nyaman bagi santri.


“Dalam momen ini kami mengajak para pimpinan pondok pesantren untuk menciptakan ruang yang nyaman dan aman bagi para santri di pondok pesantrennya masing-masing,” ujarnya. Dengan terciptanya ruang aman dan nyaman, para orangtua tak khawatir menitipkan anaknya untuk menimba ilmu di pondok pesantren.

Selain itu, tidak kalah penting para santri juga harus memaknai peringatan Hari Santri Nasional untuk berjihad menuntut ilmu agama yang dilakukan sepanjang waktu. Tahun ini, 800 santri dari 40 pondok pesantren mengikuti peringatan Hari Santri Nasional 2022. Peringatan dilakukan dengan upacara di Alun-alun Kota Bekasi dan kirab santri.

“Kami jalan dari Asrama Haji Pondokgede sampai ke Alun-alun Kota Bekasi. Dari kirab santri ini kita bisa memberikan pelajaran bagi para santri bahwa perjalanan jihad yang dilakukan oleh para ulama terdahulu itu sangat panjang,” pungkasnya.

Terpisah, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Nurul Ummah Bojongsari Ismail Anwar mengungkapkan, peringatan Hari Santri Nasional 2022 menjadi momen menggelorakan semangat jihad kepada para santri.

“Resolusi jihad yang disampaikan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 adalah menggelorakan semangat jihad bangsa Indonesia, khususnya umat Islam untuk mempertahankan NKRI. Ini yang kami berikan kepada para santri kami,” ungkapnya.

Semangat jihad itu dapat dimaknai oleh para santri dengan cara giat belajar dan dapat mengembangkan kemampuan ilmu yang dimiliki. Menurutnya, saat ini santri membutuhkan semangat yang lebih untuk bisa mengembangkan kemampuannya dalam menuai ilmu agama.

“Semangatnya harus lebih digelorakan, karena beda zaman beda semangat juga. Jadi dalam peringatan Hari Santri Nasional ini kami sampaikan semangat-semangat juang para ulama terdahulu,” pungkasnya. (dew)