Motivasi Belajar Rendah dan Terlambat Masuk Sekolah jadi Permasalahan Siswa yang Sering Terjadi

ILUSTRASI: Sejumlah siswa SMAN 6 Kota Bekasi mengikuti pembelajaran di kelas, kemarin. Motivasi belajar rendah dan terlambat masuk sekolah masih menjadi permasalahan siswa yang sering terjadi di satuan pendidikan wilayah Bekasi. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Motivasi belajar rendah dan terlambat masuk sekolah masih menjadi permasalahan siswa yang sering terjadi di satuan pendidikan wilayah Bekasi.

Ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMA Kota Bekasi Misludin mengungkapkan, ada dua hal permasalahan siswa yang kerap ditemukan di sekolah.


“Dari sekian masalah yang muncul, masalah motivasi belajar rendah dan keterlambatan siswa hadir ke sekolah masih banyak ditemukan di beberapa sekolah saat ini,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Selasa (25/10).

Permasalahan yang terjadi itu saling keterkaitan. Motivasi belajar rendah berdampak terhadap malasnya siswa untuk datang ke sekolah dengan tepat waktu


“Karena motivasi belajar rendah otomatis keterlambatan menjadi sebuah tren bagi siswa saat ini,” jelasnya.

Meskipun siswa yang mengalami permasalahan secara persentase tak terlalu besar hanya 10 persen, namun dikhawatirkan akan berdampak ke siswa lainnya.

“Di beberapa sekolah persentasenya tidak cukup banyak, tetapi dengan persentase itu dikhawatirkan dapat merembet ke teman-teman yang lain ataupun berdampak pada kegiatan mereka di luar sekolah,” ucapnya.

Lamanya kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring menjadi salah satu faktor penyebab motivasi siswa dalam belajar saat ini mengalami penurunan.

“Salah satu faktornya adalah sudah keseringan belajar di rumah dan saat ini harus kembali beraktivitas secara normal. Sehingga motivasi untuk belajar secara normal sudah menurun,” tuturnya.

Sementara, Ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMA Kabupaten Bekasi Riastuty Nuswo Utami mengungkapkan, beberapa sekolah masih memberikan laporan terkait keterlambatan siswa.

“Keterlambatan siswa itu masih menjadi kasus atau permasalahan yang sering sekali ditangani oleh guru BK,” ujarnya.

Permasalahan tersebut diprediksi karena masih banyaknya peserta didik yang belum bisa beradaptasi dengan kegiatan pembelajaran normal di sekolahnya.

“Bisa jadi siswa belum bisa beradaptasi dengan kegiatan sekolah yang dilakukan secara normal, sekitar 10-20 fluktuatif dari banyaknya siswa di masing-masing sekolah yang masih mengalami keterlambatan masuk sekolah,” terangnya.

Atas permasalahan itu, guru BK di masing-masing sekolah hanya bisa melakukan beberapa tindakan. Antara lain dengan memanggil orangtua yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi.

“Ini harus ditindak secepatnya, karena bisa berpengaruh pada kedisiplinan anak. Biasanya kami lakukan pemanggilan orangtua untuk melakukan klarifikasi kenapa anaknya sering sekali terlambat ke sekolah dan berkomitmen untuk mengubah pola kehidupan siswa menjadi lebih disiplin,” tukasnya. (dew)