Usep Rahman Salim, Direktur Utama PDAM TB yang Awali Karier sebagai Sopir

Usep Rahman Salim

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Usep Rahman Salim menjadi Direktur Utama PDAM TB sejak 2012 hingga kini. Butuh perjuangan yang harus dilakukan Usep hingga dirinya mampu menjadi pimpinan perusahaan di bidang air tersebut. Usep mulai bekerja di PDAM TB pada Januari 1985 atau saat usianya 24 tahun. Hingga saat ini, Usep sudah mengabdi di perusahaan pelat merah itu selama kurang lebih 37 tahun.

Ia mengungkapkan, kunci dirinya hingga berhasil menjadi pimpinan perusahaan di bidang air tersebut. “Jujur, loyalitas, totalitas dan berjuang dalam bekerja harus ditanamkan dalam diri dengan penuh kepercayaan dengan tujuan mendukung tercapainya program program perusahaan,” ungkap Usep kepada Radar Bekasi.


Usep mengawali kariernya sebagai sopir di PDAM TB. Setelah itu  pada 1991 dirinya menjadi staf operator pengelolaan air. Di posisi ini, Usep memanfaatkan setiap waktu kerjanya untuk belajar terkait pengelolaan air.

“Menjalani sebagai staf di PDAM TB. Saya terus berjuang dan belajar bagaimana berkontribusi untuk memajukan perusahaan dengan target pelayanan air bersih bisa berjalan dengan baik. Menjadi operator inilah saya belajar bagaimana melakukan pengolahan air bisa menghasilkan produk yang baik untuk kepentingan pelanggan,” tutur Usep.


Berkat kinerja baiknya, pada 1995 Usep diangkat sebagai kepala seksi. Kariernya terus moncer beberapa tahun kemudian hingga dirinya dipercaya direksi menjadi kepala seksi dan beberapa tahun kemudian dipercaya direksi menjadi kepala koperasi PDAM TB.

“Saat menjadi kepala seksi dan kepala koperasi saya terus berinovasi bagaimana dapat memberikan keuntungan untuk perusahaan milik pemerintah daerah ini. Yang membuat saya dipercaya menjadi direktur umum pada 2007,” ujarnya.

Saat menjadi direktur umum, dirinya terus berkontribusi menciptakan karyawan PDAM TB yang berkualitas. Dengan demikian, dapat membuat produksi baik dan pelayanan pelanggan memuaskan meskipun masih ada kekurangan.

“Dalam bekerja yang namanya rintangan pasti ada ya. Nah dari tantangan itu bagaimana kita bisa melewati dengan baik serta melakukan evaluasi,” ujarnya.

Dengan berbagai rintangan yang dilaluinya, Usep dapat melewati berbagai dinamika. Bahkan harus membangunan komunikasi baik kepala daerah di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi serta melaporkan tugas-tugasnya sebagai pertanggungjawaban kepada kedua pemilik saham PDAM TB.

Melalui dedikasinya serta menunjukan pekerjaannya yang sudah puluhan tahun digelutinya sejak dari posisi staf, pada 2012 Usep dipercaya menduduki posisi direktur utama.

“Alhamdulillah ya, saya mengawali karir saya sebagai sopir di PDAM TB 2012 saya dipercaya menjadi direktur utama hingga saat ini. Dengan capaian tersebut tidak membuat saya harus berpuas diri dan terus berkarya untuk memajukan dengan tujuan pelayanan air bersih di Bekasi bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

BERAKTIVITAS: Pekerja berada di salahsatu instalasi Kantor PDAM Tegal Gede di Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, belum lama ini. ARIESANT/RADAR BEKASI

 

Pemisahan Aset

Di masa kepemimpinan Usep, proses pemisahan aset PDAM TB bisa berjalan dengan baik untuk memaksimalkan pelayanan khusus untuk Kabupaten Bekasi. Beberapa bulan lalu, Pemerintah Kabupaten dan Kota Bekasi resmi mengakhiri kerjasama pengelolaan bersama PDAM Tirta Bhagasasi.Dengan ini PDAM TB resmi dimiliki pihak Kabupaten Bekasi sepenuhnya.

Pengakhiran kerja sama ini merupakan hasil dari perjalanan panjang dalam upaya pelepasan aset perusahaan pada kedua pemerintah daerah. Setidaknya perlu pembahasan hingga tujuh tahun sebelum akhirnya kesepakatan ini mencapai kata mufakat.

“Ini merupakan penantian selama tahun, akhirnya terealisasi pelepasan PDAM Tirta Bhagasasi. Perjalanan cukup panjang. Sejak 2017 kami membuat pelepasan dan ternyata tidak semudah yang direncanakan. Setelah melakukan proses yang panjang akhirnya bisa terealisasi,” tutupnya. (and/adv)