RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bakal mengkoordinasikan sejumlah aparat penegak hukum, baik Satpol PP, TNI-Polri dan aparat desa, untuk mengambil langkah-langkah preventif guna mencegah aksi tawuran remaja yang terjadi sejak awal bulan suci Ramadan ini.
Selain itu, peran orang tua juga sangat dibutuhkan untuk mengawasi anak-anaknya ketika hendak keluar rumah, agar tidak berbuat onar dan melakukan hal-hal yang melanggar hukum.
“Aparat di wilayah harus meningkatkan patroli, baik Satpol PP, TNI-Polri hingga aparat desa, untuk mencegah terjadinya aksi tawuran,” kata Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan.
Menurutnya, aksi tawuran yang dilakukan para remaja pada bulan suci Ramadan ini, merupakan teguran bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi maupun pihak penegak hukum.
Dani berjanji, akan bicara dengan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bekasi, untuk mencari solusi agar bisa meredam aksi tawuran dan mengembalikan fitrah anak-anak yang sebenarnya suci, bersih, jangan sampai dikotori dengan hal-hal kekerasan, apalagi di bulan suci Ramadan.
Sebab, mereka yang melakukan aksi tawuran itu rata-rata masih berstatus pelajar.
Tidak hanya pemerintah saja, penegak hukum, maupun unsur lainnya, termasuk peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mencegah semua ini. Oleh karena itu, Dani menghimbau, agar mengawasi anak-anaknya jangan sampai melakukan hal-hal negatif seperti tawuran di bulan suci Ramadan ini.
“Kami menghimbau mari manfaatkan bulan Ramadan ini untuk mengajak putra-putrinya memahami dan menjalankan makna dari bulan Ramadan, yaitu menjaga hawa nafsu, memperbanyak amal kebaikan, dan menyetop kegiatan-kegiatan destruktif, seperti tawuran dan sebagainya,” tutup Dani. (pra)











