RADARBEKASI.ID, BEKASI – Program Bekasi Terang yang dicanangkan oleh pemerintah Kabupaten Bekasi batal. Program ini dinilai tidak sesuai dengan rencana strategis.
Sedianya, Bekasi Terang direncanakan untuk pemasangan lampu penerangan jalan di lingkungan permukiman perkampungan maupun pedesaan pada 2024.
“Untuk 2024 kami, sesuai rensra jadi program Bekasi Terang ini batal tidak ada. Jadi sesuai rensra untuk 2024 ada sekitar 2.200 titik yang akan dipasangkan,” ungkap Kepala Bidang Prasarana, Pengembangan, dan Penerangan Jalan Umum Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Deni Hendra Kurniawan, Senin (11/12).
Meskipun program Bekasi Terang batal, Deni menegaskan bahwa pengadaan dan pemasangan lampu tetap dilakukan. Untuk tahun ini, dijadwalkan pengadaan lampu sebanyak 1.800 titik akan dilaksanakan.
“Pemasangannya terbagi di wilayah Selatan, di wilayah Utara, sama ada khusus dekoratif untuk di Jalan Kalimalang,” kata Deni.
Pemasangan lampu, menurut Deni, memerlukan kerjasama dari seluruh pihak untuk menjaga kondisinya. Hal ini karena anggaran yang diperlukan untuk memberikan penerangan mencapai puluhan miliar.
“Tahun anggaran 2023 pengadaan lampu sekitar Rp14,5 miliar, tahun anggaran 2024 pengadaan meningkat menjadi Rp20 miliar,” jelasnya.
Meskipun ada intervensi anggaran di dinasnya, Deni menyatakan bahwa pihaknya tetap fokus pada beberapa ruas jalan di wilayah Utara dan Selatan Kabupaten Bekasi.
“Penerang di Jalan Kalimalang juga akan kami maksimalkan. Ada 110 titik tiang dekoratif, sama kayak yang di Tegal Danas dan di Tegal Gede, seperti 2022, 2023 sudah sampai di Apartemen Riverview. Nanti kita lanjut 100 tiang tahun depan. Sehingga selain terang ada keindahannya juga,” jelasnya.
Dikarenakan adanya pembangunan lanjutan Tol Becakayu sebagai Program Strategis Nasional (PSN), Deni menyatakan bahwa pihaknya akan menggeser rencana penerangan atau pemasangan lampu ke wilayah perbatasan Kota Bekasi menuju Desa Lambang Sari.
“Kami dari kemarin ingin pasang cuma terkendala berbenturan dengan pembangunan Tol layang terusan dari Kota Bekasi yakni Becakayu yang berakhir di Grand Wisata. Jadi kalau kita bangun sekarang, nanti akan ada pembangunan Becakayu lanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Yana Suyatna, menuturkan adanya pemasangan lampu diupayakan juga untuk mencegah kecelakaan dan kriminalitas.
“Jadi pemasangan se Kabupaten Bekasi ini butuh anggaran yang luar biasa. Yaitu Rp330 miliaran. Oleh sebab itu direalisasikan secara bertahap. Dan ini diharapkan bisa memberikan keselamatan masyarakat dijalan,” jelasnya. (and)











