RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan berharap dengan di wisudanya secara perdana Mahasantri Pendidikan Kader Ulama Kabupaten Bekasi dapat melahirkan sosok ulama yang karismatik dan berintegritas.
“Alhamdulillah para mahasantri sudah wisuda. Santri itu sampai kapanpun. Tidak berhenti di sini sebab yang namanya belajar sampai akhir kehidupan,” ungkap Dani.
Hal itu dikatakan Dani usai menghadiri wisuda 39 Ulama Ahli Tafsir Berbasis Informasi Teknologi (IT) dalam program Pendidikan Karakter Ulama (PKU) yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi di Nuanza Hotel, Cikarang Selatan.
Dengan lulusnya total 39 wisudawan ini, mereka dipastikan mampu membaca kitab tradisional yang berisi ajaran agama Islam atau yang biasa disebut kitab kuning.
Dani menyatakan, wisuda ini akan menjadi komitmen antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dan MUI Kabupaten Bekasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan serta membentuk kader ulama yang memiliki wawasan kebangsaan yang luas.
“Wisuda perdana pendidikan kader ulama ini menjadi sebuah komitmen kita bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan khususnya di Kabupaten Bekasi,” tuturnya.
Melalui PKU ini, masyarakat dapat menyaksikan tumbuhnya harapan baru untuk kemajuan bersama. Dakwah-dakwah yang disampaikan bertujuan membangun suasana kerukunan dan ketaatan, menghargai perbedaan, serta menciptakan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Dalam perjalanan ini kita tidak hanya menyaksikan kelulusan para mahasantri, tetapi juga menyaksikan harapan baru yang tumbuh untuk kemajuan bersama,” terangnya.
Oleh sebab itu, ia mengucapkan selamat kepada para mahasantri yang telah menyelesaikan program PKU. Ia berharap nantinya semakin banyak masyarakat yang bisa menjangkau pendidikan keagamaan yang berkualitas, sehingga semakin besar juga potensi Kabupaten Bekasi untuk menjadi wilayah yang beradab dan harmonis.
“Ilmu yang diperoleh mahasantri ini diharapkan bukan hanya untuk diri mereka sendiri tetapi juga untuk orang lain agar dapat menciptakan masyarakat Kabupaten Bekasi yang beradab dan harmonis,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua PKU Kabupaten Bekasi, Kiai Haji Mahmud, melaporkan PKU Kabupaten Bekasi telah dilaksanakan selama total 48 kali pertemuan pada Sabtu dan Minggu yang dimulai pada Juli 2023 lalu hingga Desember 2023.
Para mahasantri tersebut telah dijamin kemampuan ilmu tafsirnya karena selama pembelajaran menggunakan teknologi digital dan difasilitasi 1 buah laptop yang dapat mengakses sebanyak 260 kitab tafsir sebagai referensi.
“Apa yang kita berikan saat perkuliahan pertama tentang ilmu tafsir berbasis IT, sehingga mereka memiliki referensi 260 kitab tafsir dari laptop yang diberikan oleh Pak Pj. Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi,” ucapnya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Direktur PKU Kabupaten Bekasi, perwakilan pengurus MUI Pusat, Ketua MUI Provinsi Jawa Barat, Ketua MUI Kabupaten Bekasi, Kepala Kantor Kementerian Kabupaten Bekasi, alim ulama, dan tokoh agama. (and/adv)











