Berita Bekasi Nomor Satu

Pelaksanaan UPK SMK: Kesesuaian Waktu Menentukan Kelulusan

ILUSTRASI: Sejumlah siswa jurusan otomotif SMK Citra Mutiara mengikuti praktik di sekolah. Waktu pelaksanaan UPK menjadi krusial bagi siswa tingkat SMK di Kabupaten Bekasi. Jika tidak sesuai dengan prosedur, hasilnya bisa fatal dianggap tidak lulus. ISTIMEWA  

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Waktu pelaksanaan Ujian Praktik Kejuruan (UPK) menjadi krusial bagi siswa tingkat SMK di Kabupaten Bekasi. Jika tidak sesuai dengan prosedur, hasilnya bisa fatal dianggap tidak lulus.

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Citra Mutiara, Prawiro Sudirjo, UPK merupakan elemen penting dalam penilaian kelulusan.

“Memang biasanya ada siswa dinyatakan tidak lulus saat pelaksanaan UPK karena beberapa faktor, sehingga harus diulang kembali,” ujar Prawiro, Minggu (11/2/2024).

Beberapa siswa terkadang harus mengulang UPK karena faktor-faktor tertentu, seperti tugas Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang belum selesai, menyebabkan ketidaksesuaian dengan prosedur yang ditetapkan.

BACA JUGA: Daya Serap Lulusan SMK ke Dunia Kerja  Diklaim Mulai Membaik di Bekasi 

“Biasanya, siswa itu tidak melaksanakan PKL sesuai dengan langkah-langkah atau prosedur yang sudah ditentukan,” beber Prawiro.

Siswa yang dianggap tidak lulus karena kurang konsisten dan kurang disiplin cenderung jarang, paling hanya 1 hingga 2 siswa dari total jumlah siswa.

Dalam proses penilaian UPK, siswa diberikan waktu 1-3 jam atau 3-5 jam, disesuaikan dengan kompetensi masing-masing jurusan. Durasi ujian yang beragam ini, menurut Prawiro, menjadi faktor penting dalam menentukan kelulusan.

Prawiro juga menjelaskan bahwa pelaksanaan UPK memiliki durasi yang cukup panjang, sekitar dua minggu. Siswa yang dinyatakan tidak lulus diberikan kesempatan untuk mengulang, sehingga waktu UPK menjadi cukup lama untuk memberikan peluang kepada siswa tersebut.

“Mereka yang dianggap tidak lulus diberi kesempatan mengulang, makanya waktu UPK ini cukup lama, yaitu kurang lebih dua minggu,” tandas Prawiro.

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Bisnis dan Teknologi Kota Bekasi, Heri Riswanto. Selain memberikan pembekalan, Heri menekankan pentingnya pemahaman siswa terhadap prosedur dan waktu pelaksanaan ujian.

“Siswa harus benar-benar memahami mekanisme dan waktu pelaksanaannya agar bisa memperhitungkan waktu yang dibutuhkan saat mengikuti ujian,” pungkasnya.

Pelaksanaan UPK yang memperhatikan kesesuaian waktu diharapkan dapat meningkatkan tingkat kelulusan siswa SMK dan membantu mereka memahami pentingnya disiplin dan konsistensi dalam menjalani ujian kejuruan. (dew)

 

 

Solverwp- WordPress Theme and Plugin