Berita Bekasi Nomor Satu

TPPS Cikarang Barat Serukan Gerakan Babe/Nyak Asuh Anak Stunting

FOTO BERSAMA: Ketua TPPS Kecamatan Cikarang Barat, Abdul Hay, foto bersama dengan jajaran usai kegiatan Sosialisasi BAAS di Posyandu Teratai 4 Kelurahan Telaga Asih, Jumat (21/6). FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kecamatan Cikarang Barat menyerukan gerakan Babe/Nyak Asuh Anak Stunting (BAAS). Seruan ini merupakan tindak lanjut dari program Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menekan angka stunting.

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Cikarang Barat, Abdul Hay, menjelaskan bahwa BAAS merupakan gerakan gotong-royong yang melibatkan semua elemen masyarakat, baik pemerintah maupun pemangku kepentingan.

Gerakan ini bertujuan untuk mempercepat penurunan stunting melalui intervensi yang menyasar kelompok prioritas, guna meminimalisir terjadinya kasus stunting baru.

“Kami berupaya mensosialisasikan kegiatan ini. Bukan hanya di Cikarang Barat, tetapi juga di seluruh kecamatan di Kabupaten Bekasi. Tujuannya adalah untuk mensukseskan program pemerintah dan bisa menekan serta menghilangkan angka stunting,” ucapnya di sela kegiatan Sosialisasi BAAS yang diselenggarakan di Posyandu Teratai 4 Kelurahan Telaga Asih.

BACA JUGA: 2.900 Anak di Kabupaten Bekasi Alami Stunting

Dalam kegiatan tersebut, hadir Kabid PP dan KB dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), didampingi 12 Kepala UPT KB, Kepala Puskesmas Telaga Murni dan Danau Indah, Kanit Binmas Polsek Cikarang Barat, Kantor Urusan Agama (KUA), LO dari PT Yutaka Manufacturing Indonesia dan PT Sugity Creative, serta Sekretaris Kelurahan Telaga Asih bersama staf dan Babinsa AD.

Abdul menyampaikan bahwa TPPS bekerja dengan prioritas utama, yaitu anak bayi usia dua tahun dan ibu hamil yang berisiko mengalami kekurangan energi kronik (KEK).

“Kami menyasar masyarakat untuk memperhatikan bahaya stunting, terutama pada bayi usia dua tahun dan ibu hamil,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Cikarang Barat ini.

Pria yang akrab disapa Ustaz ini juga menambahkan bahwa pihaknya telah mendistribusikan bantuan kepada 15 anak, dimana setiap anak mendapatkan dua telur dan ikan lele per hari selama 90 hari.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat juga turut berpartisipasi untuk memenuhi gizi anak dan ibu hamil,” pungkasnya. (and/adv)


Solverwp- WordPress Theme and Plugin