RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kabar duka datang dari Muhammad Imam Muslimin, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Yai Mim. Mantan dosen pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini dinyatakan meninggal dunia saat berada di dalam tahanan Polresta Malang Kota pada Senin (13/4/2026).
Kematian sosok yang sempat viral ini tidak hanya mengejutkan pihak keluarga, tetapi juga publik figur seperti Denny Sumargo yang pernah mengundangnya ke podcast.
Denny Sumargo atau Densu mengaku sangat syok saat pertama kali mendengar kabar kepergian Yai Mim. Melalui unggahan di Instagram Story pribadinya, Densu menceritakan proses dirinya mencari tahu kebenaran informasi tersebut.
“Gue baru cek ternyata memang benar kalau Yai Mim beliau sudah berpulang, innalillahi wa inna ilaihi rajiun,” ujar Densu, Senin (13/4/2026).
Densu mengenang momen saat Yai Mim hadir di kanal YouTube-nya. Saat itu, Yai Mim menjadi sorotan luas lantaran konflik panas dengan tetangganya yang memicu perdebatan di media sosial.
Kematian Yai Mim tergolong mendadak. Diketahui, almarhum telah ditahan sejak Januari 2026 atas dugaan kasus pelecehan seksual dan pornografi.
Pihak kepolisian membeberkan kronologi saat Yai Mim menghembuskan napas terakhirnya tepat sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan.
Saat berjalan menuju ruang pemeriksaan, Yai Mim tiba-tiba merasa lemas. Ia sempat jatuh dalam posisi duduk sebelum akhirnya tak sadarkan diri. Padahal, berdasarkan pengecekan tim medis kepolisian (Dokkes) beberapa saat sebelumnya, kondisi kesehatannya dinyatakan stabil.
Baca Juga: Rossa Somasi Akun-Akun ‘Tukang Fitnah’, Identitas Pelaku Sudah Dikantongi Lewat IMEI!
Tekanan darah 110/80 (Normal) dan hasil visum RS menunjukkan adanya Asfiksia (kekurangan oksigen secara drastis).
“Hasilnya pemeriksaan Dokkes bagus, artinya tekanan darah normal 110/80 dan tidak ada tanda-tanda lain,” kata Ipda Lukman Sobhirin.
“Dari hasil analisa melalui visum, tanda-tanda menonjol untuk asfiksia,” ungkap Kepala Satuan Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Rakhmat Aji.
Kedatangan jenazah Yai Mim di rumah duka, Blitar, Jawa Timur, pada Senin malam disambut oleh suasana haru yang mencekam. Keluarga besar seolah tak sanggup membendung kesedihan melihat kepulangan Yai Mim dalam kondisi tak bernyawa.
Haji Hanafi (67), kakak tertua almarhum, dikabarkan jatuh pingsan tak lama setelah peti jenazah tiba. Kondisinya yang kaget dan tertekan membuat pihak keluarga terpaksa melarikannya ke rumah sakit terdekat.
“Sepertinya kakak saya kaget, tidak kuat setelah jenazah Mas Yai datang,” ujar ujar Syafii, dikutip dari Kompas.com.
Kepergian Yai Mim menambah daftar panjang drama hukum yang menyelimuti dirinya sejak awal tahun 2026. Meski proses hukum atas kasus dugaan pelecehan seksual yang menjeratnya kini harus terhenti demi hukum, Denny Sumargo mengajak publik untuk menaruh hormat pada almarhum.
Densu mengajak para pengikutnya untuk mendoakan almarhum dan memberikan ruang serta kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan di masa sulit ini. (MNA)











