RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Nama Steven Wongso belakangan ramai jadi bahan perbincangan di media sosial. Bukan karena karya yang menghibur, melainkan konten kontroversial yang ia buat.
Dalam video tersebut, Steven dianggap menghina orang dengan tubuh gemuk, bahkan menyamakannya dengan binatang, sesuatu yang langsung memicu reaksi keras dari banyak pihak.
Konten itu rupanya sampai juga ke perhatian Deddy Corbuzier. Lewat podcast miliknya, Deddy secara terbuka mengkritik tindakan Steven.
Ia menilai cara pandang Steven keliru, terutama karena menganggap menurunkan berat badan adalah hal yang mudah dan bisa dilakukan siapa saja tanpa hambatan.
Saat dimintai penjelasan, Steven mengaku punya alasan pribadi di balik kontennya yang menuai kontroversi tersebut. Ia secara jujur mengatakan bahwa rasa kesepian menjadi pemicu utamanya.
“Jujur, saya kesepian. Saya pengin banyak yang komentar di konten itu,” kata Steven Wongso.
Ia ingin kontennya ramai dikomentari agar mendapat perhatian lebih dari publik. Pengakuan ini justru menambah lapisan baru dalam kontroversi yang sudah terlanjur melebar.
Namun, Deddy tidak berhenti sampai di situ. Ia juga menyinggung hal lain yang cukup sensitif, yakni dugaan penggunaan steroid oleh Steven untuk membentuk tubuhnya.
“Lo bahas kondisi fisik orang lain, sedangkan lo sendiri cheat code (pakai steroid) kok. Apa bedanya lo sama orang yang lo katain?” ujar Deddy Corbuzier.
Baca Juga: Penghasilan Pinkan Mambo dari Ngamen Tembus Puluhan Juta per Hari, Arya Khan: Paling Kecil Rp10 Juta
Menurut Deddy, hal itu membuat kritik Steven terhadap fisik orang lain menjadi tidak relevan, bahkan terkesan tidak adil.
Dalam pernyataannya, Deddy menekankan bahwa banyak orang mengalami masalah berat badan bukan semata karena kurang usaha atau malas berolahraga. Ada faktor medis yang sering kali luput dari perhatian, seperti resistensi insulin atau gangguan tiroid.
Kondisi-kondisi ini membuat seseorang kesulitan menurunkan berat badan, meski sudah berusaha keras menjaga pola makan dan berolahraga.
“Gimana kalau orang gendut ini bukan karena dia enggak mau usaha tapi karena masalah insulin resistensi? Atau tiroid problem? Lu mau diet kayak gimana juga enggak bisa! Itu kenapa ada obatnya,” jelasnya.
Karena itu, Deddy menilai konten seperti yang dibuat Steven bisa sangat menyakitkan, terutama bagi mereka yang sedang berjuang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Kritiknya bukan hanya soal etika berbicara di ruang publik, tapi juga tentang pentingnya memahami bahwa setiap orang memiliki kondisi dan perjuangan yang berbeda.
Kasus ini jadi pengingat bahwa di era digital, konten memang bisa dibuat dengan mudah dan cepat viral. Namun, dampak dari setiap kata yang diucapkan tetap nyata, terutama ketika menyangkut hal sensitif seperti kondisi fisik dan kesehatan seseorang. (MNA)











