Berita Bekasi Nomor Satu

Eks Kapten Persija Asal Bekasi Umar Alatas Kecewa Duel Lawan Persib vs Persija Dipindah ke Samarinda: Kehilangan Momentum

Legenda Timnas Umar Alatas saat ditemui di Stadion Patriot. Foto: Zakky Mubarok/Radarbekasi.id

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Eks legenda pemain Persija Jakarta era 80-an, asal Bekasi, Umar Alatas, ikut menyoroti penetapan venue Persija Jakarta kontra Persib Bandung yang akan digelar di kandang Borneo FC tepatnya di Stadion Segiri pada Minggu (10/5/2026), pukul 15.30 WIB.

Umar terkejut ketika mengetahui bahwa laga antara Persija kontra Persib yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di GBK, dipindah ke Samarinda. Ia turut mengungkapkan rasa kecewanya dan mempertanyakan kepada pihak penyelenggara mengapa laga klasik itu digelar di luar pulau Jawa.

“Iya, saya juga kecewa ya. Kenapa ini ada apa? Saya sebagai mantan pemain Persija ya kecewa. Kenapa Persib lawan Persija bisa main di Bandung, bisa ditonton dengan Bobotoh, kenapa Persija main di kandang nggak bisa ditonton oleh The Jak? Ada apa ini?,” ujar Umar saat dihubungi radarbekasi.id pada Kamis, (7/5/2026).

BACA JUGA: Indonesia vs Arab Saudi, Legenda Timnas Asal Bekasi, Umar Alatas: Waspadai Kecurangan Non Teknis

Umar menilai keputusan itu membuat tim Macan Kemayoran kehilangan momentum untuk dapat bisa meraih hasil terbaik saat bermain di kandang sendiri.

“Kecewalah, kehilangan momentumlah. Makanya ini yang saya bilang tadi, ada apa nih? Kok Persija mesti main di kandang kok nggak bisa? Ini pertanyaan saya, ada apa?,” kata pemain legendaris Timnas Indonesia di SEA Games 1983 Singapura.

Meski begitu, pria yang pernah memakai ban kapten di skuad Macan Kemayoran itu mengimbau terhadap para suporter Persija Jakarta The Jakmania, untuk lebih memahami dan menyikapi keputusan tersebut dengan kepala dingin.

“Suporter musti dewasa lah ya, Jadi ada imbauan juga buat suporter supaya lebih dewasa lagi. Menang kalah itu soal kedua, yang penting kita nikmatin permainan yang ada,” jelas Umar.

Sebelumnya, Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa situasi keamanan di Jakarta sepanjang Mei menjadi salah satu pertimbangan utama laga antara Persija Vs Persib dipindahkan.

Menurutnya, rangkaian agenda massa di ibu kota, termasuk momentum peringatan Hari Buruh atau May Day, membuat pihak kepolisian tidak memberikan izin pertandingan digelar di Jakarta.

“Seperti diketahui bahwa bulan Mei adalah bulan yang banyak sekali agenda-agenda yang tentunya dikhawatirkan menimbulkan hal-hal yang di luar daripada kewenangan atau keinginan dari aspek sepak bola itu sendiri,” kata Ferry Paulus di Mabes Polri.

“Teman-teman kan juga melihat salah satu apa namanya, beberapa runtutan yang ada di Jakarta ini mulai dari May Day, ada Hari Buruh dan sebagainya. Nah, itu yang ada kekhawatiran yang kami di liga juga merasa penting untuk dialihkan di tempat lain, tetapi waktu dan apa namanya, jamnya tetap diselenggarakan di tanggal 10 dan jam sore,” sambungnya.

Lebib lanjut, Ferry menjelaskan, pihak operator sempat mencari alternatif stadion di Pulau Jawa maupun Bali agar laga tetap berlangsung lebih dekat dengan basis suporter kedua tim. Namun, opsi tersebut terkendala jadwal pertandingan klub lain yang juga menggelar laga kandang pada pekan yang sama.

“Di Pulau Jawa yang lainnya juga belum bisa diterima ya. Selain memang ada klub dari Jawa sendiri yang bertanding di waktu yang bersamaan, dan satu hari atau satu hari sebelum dan sesudah dari pertandingan tanggal 10. Oleh karena itu, ya hanya tempat yang ada di sana,” pungkasnya. (zak)