Berita Bekasi Nomor Satu

Ragam Karya Disabilitas Dipamerkan di Momentum Hardiknas

MELUKIS: Penyandang disabilitas melukis pada kain saat pameran karya dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, Kota Bekasi, Kamis (7/5). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi memanfaatkan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) untuk menampilkan berbagai karya seni hasil kreativitas para penyandang disabilitas.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pameran karya, tetapi juga sarana membangun rasa percaya diri para penerima manfaat melalui seni dan interaksi sosial.

Berbagai hasil karya dipamerkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari lukisan, seni tari, seni kulit hingga batik ciprat. Para penyandang disabilitas juga tampil langsung menunjukkan kemampuan mereka di hadapan masyarakat umum.

Kepala Bagian Umum Tata Usaha Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, Jaswadi mengatakan, kegiatan ini sengaja digelar agar masyarakat dapat melihat langsung potensi besar yang dimiliki para penyandang disabilitas.

“Pameran karya mereka perlu dilihat oleh masyarakat umum. Tujuannya agar mereka lebih percaya diri karena bisa berinteraksi langsung dan mendapat apresiasi dari masyarakat,” ujarnya Jaswadi, Kamis (7/5).

Menurut Jaswadi, seni menjadi salah satu media efektif untuk membantu para penerima manfaat mengekspresikan diri sekaligus meningkatkan kemampuan motorik dan kognitif mereka. Salah satunya melalui kegiatan melukis yang rutin dilakukan di STPL Bekasi.

“Melukis itu bukan hanya menghasilkan gambar, tapi juga menjadi terapi untuk diri mereka sendiri. Dari yang awalnya hanya bisa membuat garis, perlahan mereka mampu menghasilkan karya utuh yang punya nilai seni,” katanya.

Selain pameran, kegiatan tersebut juga diisi sejumlah perlombaan seperti storytelling, menggambar, melukis hingga catur yang melibatkan penyandang disabilitas dan masyarakat umum. Melalui kegiatan itu, para peserta diajak berbaur tanpa rasa minder maupun batasan sosial.

Tak sedikit hasil karya para penyandang disabilitas yang sudah berhasil terjual kepada masyarakat. Bahkan, beberapa lukisan mereka pernah dibeli tokoh penting saat peringatan Hari Disabilitas Internasional.

“Ketika karya mereka dihargai dan dibeli, mereka menjadi semakin semangat untuk terus berkarya,” ungkap Jaswadi.
Melalui kegiatan tersebut, STPL Bekasi berharap masyarakat semakin terbuka dan memberikan dukungan lebih luas kepada para penyandang disabilitas agar terus berkembang dan berkarya.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa penyandang disabilitas juga mampu menghasilkan karya yang luar biasa jika diberi kesempatan dan dukungan,” tandasnya. (rez)