Berita Bekasi Nomor Satu

Perbaikan Tol Japek Picu Kemacetan Parah, Pengguna Jalan Terjebak 1,5 Jam

MACET TOTAL: Sejumlah pengendara terjebak macet di Tol Jakarta Cikampek, Cibitung, Selasa (12/5). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perbaikan jalan di KM 28+175 Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek dikeluhkan pengguna jalan. Pasalnya, pekerjaan yang berlangsung sejak pekan lalu itu memicu kemacetan panjang, terutama pada jam berangkat kerja hingga membuat pekerja terlambat tiba di kantor.

Seorang pengguna jalan, Irvani Amansyah (35), mengungkap setiap hari berangkat dari rumahnya di wilayah Perumnas 3 Bekasi Timur menuju Karawang dengan keluar Gerbang Tol Cibatu. Menurutnya, kemacetan sudah mulai terasa sejak ia memasuki Gerbang Tol Bekasi Timur sekitar pukul 06.30 WIB.

“Kejebak 1,5 jam di dalam tol. Masuk ke Bekasi Timur saja sudah macet. Sejauh ini saya masuk kantor terlambat terus selama ada perbaikan ini,” ujar Irvani saat dikonfirmasi, Selasa (12/5).

Irvani mengaku sempat mencari jalur alternatif melalui arteri Kalimalang. Namun, jalur tersebut juga mengalami kepadatan akibat banyak pengguna tol beralih ke jalan arteri.

“Pengguna tol juga malah mencari alternatif, jadi macet juga di Kalimalang,” tambahnya.

Meski PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow, Irvani menilai kebijakan itu belum cukup efektif mengurai volume kendaraan pada pagi hari.

Ia berharap Jasamarga memberlakukan pembatasan jam operasional kendaraan besar, seperti saat arus mudik Lebaran.

“Kalau bisa truk-truk muatan besar itu jam 9 ke atas keluarnya, biar mobil pribadi lewat dahulu jadi tidak terlalu banyak volume kendaraan. Karena orang-orang yang kerja di pabrik atau kantor itu mulai masuk jam 7 sampai jam 8,” terang Irvani.

Sementara itu, Senior Manager Representative Office 1 PT Jasamarga Transjawa Tol, Amri Sanusi, mengatakan pekerjaan pemeliharaan di KM 28+175 arah Cikampek dilakukan bertahap pada dua lajur.

“Penanganan pada Lajur 4 telah dilaksanakan sejak 6 hingga 9 Mei 2026 dan dilanjutkan dengan pekerjaan pada Lajur 3 sejak Minggu, 10 Mei 2026,” ujar Amri dalam keterangannya.

Menurutnya, pekerjaan saat ini memasuki tahap penghamparan Base A pada lajur 3 setelah sebelumnya dilakukan pembongkaran perkerasan hingga pemasangan geotekstil.

Seluruh rangkaian pekerjaan ditargetkan selesai pada 13 Mei 2026. Untuk mengurai kepadatan lalu lintas, pihak JTT bersama kepolisian menerapkan contraflow secara situasional dari KM 23 hingga KM 28.

“Penerapan contra flow dilakukan secara situasional menyesuaikan kondisi volume lalu lintas di lapangan guna menjaga kelancaran perjalanan pengguna jalan,” pungkasnya. (ris)