RADARBEKASI.ID, BEKASI – Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja menekankan pentingnya membangun hubungan industrial yang harmonis dan kolaboratif antara pekerja dan perusahaan.
Hal itu disampaikan Asep saat menghadiri Musyawarah Unit Kerja (Musnik) ke-10 Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Aisin Indonesia di Holiday Inn Jababeka, Sabtu (16/5).
Asep mengapresiasi terselenggaranya Musnik ke-10 sebagai bagian dari proses demokrasi organisasi pekerja yang sehat, terbuka, dan bertanggung jawab. Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin pergantian kepemimpinan maupun penyusunan program kerja, tetapi juga ruang konsolidasi untuk memperkuat peran strategis serikat pekerja dalam menjaga stabilitas hubungan industrial di Kabupaten Bekasi.
“Hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan menjadi pondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, meningkatkan kesejahteraan pekerja, sekaligus menjaga kepercayaan dunia usaha dan investasi,” ujar Asep

Ia menjelaskan, Kabupaten Bekasi saat ini menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang ditopang ribuan perusahaan serta jutaan tenaga kerja dari berbagai sektor industri. Karena itu, keberlangsungan iklim investasi yang sehat harus diimbangi dengan perlindungan terhadap hak-hak pekerja serta terjalinnya komunikasi yang baik antara perusahaan dan pekerja.
Menurut Asep, serikat pekerja bukan semata wadah perjuangan aspirasi buruh, tetapi juga mitra strategis pemerintah dan perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif, aman, dan kondusif. Hubungan industrial yang sehat, kata dia, menjadi kunci menjaga stabilitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Serikat pekerja bukan hanya menjadi wadah perjuangan aspirasi kaum pekerja, tetapi juga mitra pemerintah dan perusahaan dalam menciptakan iklim kerja yang sehat, produktif, aman, dan kondusif,” katanya.

Asep juga menegaskan Musnik menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan kualitas kepemimpinan di tubuh serikat pekerja. Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan gagasan konstruktif guna menjawab tantangan ketenagakerjaan di masa depan, terutama di tengah transformasi industri dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Musyawarah Unit Kerja seperti hari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas kepemimpinan, serta menyusun program kerja yang mampu menjawab tantangan dunia ketenagakerjaan yang terus berkembang,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen memperkuat tata kelola ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mendorong pembentukan Satgas Ketenagakerjaan yang melibatkan unsur pemerintah, pekerja, akademisi, media, serta pemangku kepentingan lainnya. Satgas tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat pengawasan, komunikasi, serta penyelesaian persoalan ketenagakerjaan secara lebih terintegrasi.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi juga akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor melalui rencana pembentukan Satgas Ketenagakerjaan yang melibatkan unsur pemerintah, pekerja, akademisi, media, dan stakeholder terkait lainnya,” katanya.
Pada kesempatan itu, Plt. Bupati Bekasi juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha melalui pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang lebih berdampak bagi masyarakat. Menurutnya, program CSR tidak hanya harus bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keluarga pekerja.
“Kami pun mendorong penguatan kolaborasi bersama dunia usaha melalui pemanfaatan program CSR yang lebih berdampak bagi masyarakat, termasuk mendukung program sosial dan pemberdayaan keluarga pekerja,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Asep Surya Atmaja mengajak seluruh elemen pekerja untuk terus meningkatkan kompetensi, disiplin, produktivitas, serta menjaga persatuan dan solidaritas di tengah tantangan dunia industri yang semakin kompleks. Ia berharap hubungan antara pekerja dan perusahaan dapat terus dibangun melalui komunikasi yang sehat dan saling menghormati demi menciptakan keberlangsungan industri yang berkelanjutan.
“Mari kita jadikan forum ini sebagai sarana memperkuat kolaborasi antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah demi mewujudkan Kabupaten Bekasi yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.(and/*)











