Berita Bekasi Nomor Satu

Rapat Komisi III DPRD Bersama Pengembang Cuma Dihadiri Satu Legislator

SENDIRIAN: Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Saeful Islam, menjadi perwakilan satu-satunya Komisi III yang menemui perwakilan developer dalam rapat membahas fasos fasum, Senin (18/5). FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Dari 13 anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, hanya satu anggota dewan yang hadir menemui sejumlah pengembang perumahan dalam rapat pembahasan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum), Senin (18/5).

Anggota Komisi III, Saeful Islam, menjadi satu-satunya legislator yang hadir langsung dalam pertemuan tersebut. Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan terkait keberadaan anggota lainnya.

Saat dikonfirmasi, Saeful menyebut ketidakhadiran rekan-rekannya disebabkan berbagai alasan, meski tidak semua menyampaikan pemberitahuan resmi.

“Ketua lagi ada kesibukan, wakil ketua sedang berangkat haji, sekretaris saudaranya ada yang meninggal, lalu ada tiga sahabat kita yang terjebak macet karena kebetulan kita dari Bandung juga. Kalau yang lainnya saya enggak paham, jumlah anggota Komisi III ada 13 orang,” ujar Saeful kepada Radar Bekasi.

Ia menambahkan, biasanya rapat di Komisi III dihadiri banyak anggota, namun kali ini hanya dirinya yang hadir. Sejumlah anggota lain disebut terkendala perjalanan dari Bandung.
“Memang baru kali ini luar biasa, karena tiga orang terjebak macet pulang dari Bandung, termasuk saya juga kena macet juga. Tapi karena kita sudah ngundang mereka saya tetap datang. Tadi saya dateng jam 2 kurang, agendanya jam 1,” ungkapnya.

Rapat tersebut digelar untuk membahas banyaknya perumahan yang belum menyediakan fasos fasum sesuai ketentuan. Dalam sejumlah kasus, fasilitas tersebut bahkan berada di luar kawasan perumahan.

Namun demikian, rapat yang dipimpin Saeful belum menghasilkan keputusan konkret. Meski begitu, ia menegaskan telah memberikan peringatan kepada para pengembang.

“Tadi kita belum menghasilkan sesuatu, tapi paling tidak ada warning dari saya sebagai anggota Komisi III supaya pihak pengembang jangan mempermainkan aturan. Karena bagaimanapun juga ada saja pengembang-pengembang nakal yang memanfaatkan kelemahan dan lain sebagainya,” jelasnya. (pra)