RADARBEKASI.ID, BEKASI – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada awal perdagangan, Senin (18/5/2026). Mata uang Garuda itu dibuka melemah hingga menyentuh level Rp17.662 per dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat turun 65 poin atau melemah sekitar 0,37 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen global yang kembali memicu aksi risk off di pasar keuangan. Kondisi tersebut terjadi setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dinilai belum memberikan solusi konkret terkait konflik AS-Iran.
“Rupiah berpotensi kembali melemah merespons sentimen risk off global pada hari Jumat (15/5/2026), dolar AS menguat cukup besar di tengah sell off semua aset, termasuk obligasi, saham, crypto, dan mata uang oleh kekecewaan investor pada hasil pertemuan Xi dan Trump yang tidak banyak membahas atau memberikan solusi terhadap perang AS-Iran,” ungkapnya di Jakarta.
BACA JUGA: Duh, Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS
Sementara itu, di kawasan Asia, pergerakan mata uang pada perdagangan pagi ini terpantau bervariasi dengan mayoritas mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Yen Jepang tercatat turun 0,12 persen, dolar Hong Kong bergerak stagnan, sementara dolar Singapura melemah 0,09 persen. Selanjutnya dolar Taiwan terkoreksi 0,23 persen dan Won Korea Selatan tertekan hingga 0,56 persen.
Pelemahan juga terjadi pada mata uang Asia lainnya. Peso Filipina turun 0,03 persen, Rupee India melemah 0,21 persen, Yuan China terkoreksi 0,09 persen, Ringgit Malaysia turun 0,56 persen, sedangkan Baht Thailand melemah 0,18 persen.
Adapun, mata uang negara-negara Eropa terhadap dolar AS bergerak cenderung campuran. Euro menguat 0,07 persen dan Poundsterling naik 0,1 persen. Di sisi lain, Franc Swiss terkoreksi 0,01 persen, Krona Swedia melemah 0,19 persen, serta Krona Denmark turun 0,07 persen. (zak)









