Berita Bekasi Nomor Satu

Kali Bekasi Menghitam, DLH Temukan Indikasi Pencemaran dari Hulu

INVESTIGASI: Petugas UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi juga turut melakukan pengambilan sampel air Sungai Cileungsi.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi bersama Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C) melakukan investigasi lapangan terkait dugaan pencemaran di aliran Kali Bekasi, pekan lalu(22/7).

Langkah tersebut dilakukan menyusul temuan perubahan warna air menjadi hitam pekat di wilayah pertemuan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas yang merupakan hulu Kali Bekasi.

Tim gabungan KP2C dan Pasukan Katak DLH Kota Bekasi melakukan susur Sungai Cileungsi hingga masuk ke wilayah administrasi Kabupaten Bogor.

Dalam penelusuran itu, tim menemukan indikasi pencemaran yang ditandai dengan perubahan warna air Sungai Cileungsi menjadi hitam.

Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penelusuran di sejumlah titik sepanjang aliran sungai, termasuk mengamati beberapa saluran pembuangan yang diduga menjadi sumber masuknya limbah ke badan sungai.

UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi juga turut melakukan pengambilan sampel air Sungai Cileungsi. Sampel tersebut akan dianalisis untuk mengetahui kualitas air serta karakteristik dan parameter sumber pencemar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan hasil investigasi awal mengarah pada dugaan bahwa pencemaran berasal dari wilayah hulu.

“Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, indikasi awal menunjukkan bahwa sumber pencemaran berasal dari wilayah hulu.” ucap Kiswatiningsih, Kamis (23/7).

Namun, kata Kiswatiningsih, pihaknya masih melakukan verifikasi melalui pengambilan sampel dan analisis laboratorium untuk memastikan sumber pencemar secara ilmiah.

Ia menambahkan, DLH Kota Bekasi selama ini juga terus melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang berada di kawasan perbatasan maupun di sepanjang sempadan Kali Bekasi.

“Selama ini DLH Kota Bekasi juga terus melakukan monitoring dan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan perbatasan serta di sepanjang sempadan Kali Bekasi guna memastikan kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan lingkungan hidup,” ujar Kiswatiningsih.

DLH Kota Bekasi menegaskan investigasi akan terus dilanjutkan hingga sumber pencemaran dapat dipastikan. Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar penentuan langkah tindak lanjut, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun instansi berwenang apabila sumber pencemaran berada di luar wilayah administrasi Kota Bekasi. (rez)