Berita Bekasi Nomor Satu

DPRD Kabupaten Bekasi Ingatkan ASN jangan Minim Inovasi

ILUSTRASI: Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron Hanas saat berdialog dengan warga. DOK/IST

RADARBEKASI.ID,BEKASI Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron Hanas, menekankan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pegawai di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus memiliki inovasi tak hanya duduk manis tanpa aksi.

Hal itu dikatakan Ade menyusul berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi termasuk munculnya opini Disclaimer dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Terbaru, ditetapkannya tiga tersangka mantan pejabat Perumda Tirta Bhagasasi atas dugaan korupsi.

“Kabupaten Bekasi ini butuh orang yang punya inovasi, bukan hanya orang yang duduk manis tanpa memiliki aksi. Contohnya, kalau ada kerjaan tambahan itu dianggap beban, akhirnya minim kreasi dan inovasi. Karena diam saja sudah nyaman dengan kondisi seperti ini,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron Hanas, kepada Radar Bekasi, Rabu (5/8).

Pada situasi seperti sekarang, kata Ade, semua kembali kepada niat bersama untuk bekerja maksimal dan mencurahkan waktu dan pikiran sesuai domainnya masing-masing. Dimana, pemerintah memaksimalkan perannya sebagai eksekutif. DPRD juga di legislatif berperan sebagai pengawal dan pengawas, serta harus maksimal dalam membuat regulasi.

“Semua kembali kepada para person atau leading yang ditunjuk, yang memiliki peran dan kontribusi dalam membangun Kabupaten Bekasi. Saya kira momentum kemarin bisa dijadikan sebagai rujukan bersama untuk kedepannya bisa memberikan yang terbaik, dan bisa terus memaksimalkan untuk peningkatan dan kemaslahatan Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

Dirinya menilai, semua itu harus dilihat sebagai bagian dari proses pemerintahan dan harus dijadikan pelajaran. Oleh karena itu, Ade, menekankan agar rekrutmen pegawai harus benar-benar sesuai aturan. Terpenting harus dilihat personality orang yang bersangkutan, sebelum melakukan rekrutmen.

“Pertama tentukan mekanismenya seperti apa. Kedua, perlu dilakukan juga analisa terhadap sisi pengalaman kerja. Kemudian juga bagaimana personality orang tersebut, apakah memang memiliki kemampuan dalam leadershipnya. Itu semua bisa menjadi beberapa faktor yang dijadikan referensi buat Plt untuk menentukan person-person yang membantu dalam tugas di pemerintahannya,” jelasnya. (pra)