RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Kegagalan tim nasional Korea Selatan melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 berujung pada keputusan besar dari sang pelatih, Hong Myung-bo. Juru taktik berusia 57 tahun itu resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Minggu (28/6/2026), sehari setelah peluang Taeguk Warriors untuk melanjutkan perjalanan di turnamen tersebut dipastikan tertutup.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Hong Myung-bo melalui pernyataan resminya. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung sepak bola Korea Selatan yang telah memberikan dukungan sepanjang turnamen berlangsung.
“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada seluruh penggemar dan pendukung sepak bola Korea Selatan. Hari ini saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tim nasional,” ujar Hong Myung-bo.
Pengunduran diri ini menjadi akhir dari periode keduanya sebagai pelatih timnas Korea Selatan. Sebelumnya, Hong juga pernah menangani skuad Negeri Ginseng pada Piala Dunia 2014. Namun, seperti yang terjadi 12 tahun lalu, ia kembali gagal membawa Korea Selatan melangkah jauh di panggung sepak bola terbesar dunia tersebut.
Dalam pernyataannya, Hong mengaku selama dua tahun terakhir selalu berusaha mengambil keputusan terbaik demi kemajuan sepak bola Korea Selatan. Setiap keputusan yang berkaitan dengan pemilihan pemain, penyusunan strategi, hingga persiapan pertandingan selalu ia pertimbangkan dengan matang.
“Saya selalu bertanya pada diri sendiri setiap kali harus mengambil keputusan penting, memilih pemain, atau mempersiapkan latihan dan pertandingan, apakah itu merupakan pilihan terbaik untuk sepak bola Korea,” ungkapnya.
Pada Piala Dunia 2026, Korea Selatan sebenarnya datang dengan status sebagai salah satu tim unggulan di Grup A. Mereka tergabung bersama tuan rumah Meksiko, Afrika Selatan, dan Republik Ceko. Dengan materi pemain yang dipimpin kapten tim Son Heung-min, banyak pihak memprediksi Korea Selatan mampu menembus fase gugur.
Namun kenyataan di lapangan tidak berjalan sesuai harapan. Korea Selatan justru mengalami dua kekalahan krusial yang sangat memengaruhi peluang mereka untuk lolos. Taeguk Warriors takluk 0-1 dari Afrika Selatan sebelum kembali menelan kekalahan dengan skor yang sama saat menghadapi Meksiko.
Baca Juga: Viral Video Penggemar Kulit Hitam Diabaikan, Choi Woo Shik Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf
Satu-satunya kemenangan yang berhasil diraih Korea Selatan terjadi ketika menghadapi Republik Ceko. Dalam pertandingan tersebut, mereka sukses mengamankan tiga poin setelah menang dengan skor 2-1.
Hasil itu membuat Korea Selatan hanya mengumpulkan tiga poin dari tiga pertandingan fase grup. Meski finis di posisi ketiga, mereka masih memiliki peluang untuk lolos ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Sayangnya, harapan tersebut tidak menjadi kenyataan. Hasil pertandingan dari grup-grup lain tidak menguntungkan Korea Selatan sehingga mereka gagal masuk dalam daftar tim peringkat ketiga terbaik yang berhak melanjutkan kompetisi.
Kegagalan tersebut menjadi pukulan besar bagi sepak bola Korea Selatan yang menargetkan pencapaian lebih baik di Piala Dunia 2026. Sebagai bentuk tanggung jawab atas hasil yang diraih tim, Hong Myung-bo akhirnya memilih mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih kepala.
Keputusan mundur tersebut sekaligus menandai berakhirnya perjalanan kedua Hong bersama tim nasional Korea Selatan. Kini federasi sepak bola Korea Selatan diperkirakan akan segera mencari sosok baru yang mampu membawa Taeguk Warriors bangkit dan kembali bersaing di level internasional pada turnamen-turnamen mendatang. (mna)











