RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto buka suara terkait data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menyebut Kecamatan Bekasi Utara masuk peringkat lima kecamatan di klaster wilayah Jabodetabek dengan konsentrasi aktivitas judi online (judol) terbesar sepanjang 2025.
Menurut Tri, maraknya praktik judol di Bekasi Utara masih menjadi persoalan yang harus segera ditangani bersama. Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi perlu melakukan langkah yang lebih progresif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak negatif aktivitas tersebut.
“Ya tentu ini menjadi PR buat kita ya (judol) bahwa memang harus ada upaya-upaya yang lebih progresif lagi dalam rangka untuk memberikan kesadaran kepada warga masyarakat,” ujar Tri, Rabu (15/7).
Ia mengimbau masyarakat agar menyikapi persoalan judi online dengan kepala dingin dan mengedepankan akal sehat. Menurutnya, setiap keputusan harus diambil dengan pertimbangan yang matang agar tidak berdampak buruk terhadap masa depan keluarga maupun kehidupan pribadi.
“Menghadapi situasional itu jangan menggunakan emosi tetapi akal sehat. Hal ini menjadi consern agar masa depan keluarga, masa depan kehidupannya masih bisa terjaga,” kata Tri.
Ia menegaskan, peningkatan kondisi ekonomi masyarakat juga harus menjadi prioritas dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga dari praktik judi online. Menurutnya, kesejahteraan ekonomi yang lebih baik akan membuat setiap keluarga di Kota Bekasi lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Jadi memang harus yang terutama adalah bagaimana proses peningkatan secara keekonomian. Sehingga masing-masing keluarga-keluarga yang ada di Kota Bukas ini menjadi survive dan mandiri,” pungkasnya.
Sebelumnya, PPATK melalui akun Instagram resminya merilis pemetaan sejumlah kecamatan di wilayah Jabodetabek yang memiliki konsentrasi aktivitas judi online tertinggi pada 2025. Dalam pemetaan tersebut, Jabodetabek disebut sebagai salah satu klaster terbesar aktivitas judi online secara nasional.
“Data PPATK tahun 2025 menunjukkan adanya konsentrasi aktivitas judi online di sejumlah wilayah, dengan Jabodetabek menjadi salah satu klaster terbesar secara nasional,” tulis PPATK, Selasa (23/6).
Berdasarkan pemetaan PPATK 2025, berikut ini adalag daftar kecamatan di Jabodetabek dengan jumlah pemain judi online terbanyak:
1. Cengkareng, Jakarta Barat: 21.497 pemain
2. Cakung, Jakarta Timur: 14.664 pemain
3. Tanjung Priok, Jakarta Utara: 13.769 pemain
4. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan: 9.948 pemain
5. Bekasi Utara, Kota Bekasi: 7.793 pemain
(zak)











