RADARBEKASI.ID, BEKASI – Memasuki semester II, Pemerintah Kota Bekasi masih harus bekerja keras mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi PAD baru mencapai 47,95 persen atau Rp1,92 triliun, dengan sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta pajak reklame masih menjadi penyumbang terendah.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi Muhammad Solikhin mengatakan, capaian tersebut dipantau secara real time melalui aplikasi monitoring pendapatan yang dikembangkan Bapenda.
“Untuk PAD saat ini sudah tercapai 47,95 persen atau Rp1,92 triliun,” ujar Solikhin kepada Radar Bekasi.
Ia menjelaskan, sejumlah jenis pajak justru menunjukkan tren positif. Pajak air tanah telah mencapai 66,41 persen, pajak makanan dan minuman 60,50 persen, pajak parkir 57,89 persen, BPJT kesenian dan hiburan 57,50 persen, opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 57,77 persen, pajak hotel 53,55 persen, serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sudah menembus 51,06 persen.
Sebaliknya, realisasi BPHTB masih berada di angka 29,24 persen, sedangkan pajak reklame baru mencapai 41,55 persen.
Menurut Solikhin, rendahnya penerimaan BPHTB dipengaruhi melambatnya transaksi jual beli properti di Kota Bekasi. Sebagai kota yang sudah berkembang, potensi pendapatan dari sektor tersebut sangat bergantung pada aktivitas transaksi lahan dan bangunan.
Sementara itu, penerimaan pajak reklame ikut tertekan akibat pergeseran tren promosi dari media luar ruang menuju platform digital dan media sosial.
“Namun kami akan terus mengoptimalkan penerimaan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk OPD terkait dan pengembang untuk mendorong peningkatan BPHTB,” katanya.
Di sisi lain, realisasi penerimaan retribusi daerah telah mencapai 52,73 persen. Dengan sisa waktu lebih dari lima bulan hingga akhir tahun, Bapenda optimistis target PAD masih dapat dikejar melalui strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, mulai dari peningkatan kepatuhan wajib pajak hingga menggali potensi pajak yang belum tergarap.
“Trennya tahun ini cukup baik. Kami optimistis realisasi PAD bisa mencapai di atas 90 persen dan akan terus kami maksimalkan,” tandasnya.(sur)











