RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kepala Bidang (Kabid) Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Suhartono, mengatakan hingga 21 Juli 2026 pihaknya telah menerima 1.779 laporan penyelamatan dari berbagai wilayah di Kota Bekasi.
Dari total laporan tersebut, evakuasi satwa liar masih mendominasi permintaan bantuan masyarakat. Jenis hewan yang paling banyak dievakuasi sepanjang tahun ini adalah ular, disusul tawon dan biawak.
“Dengan penyelamatan yang paling banyak itu adalah hewan, yang secara pelaporan menerima sebanyak 1.217 aduan dari masyarakat untuk dilakukan proses evakuasi hewan,” ujar Suhartono saat dikonfirmasi Radar Bekasi, melalaui aplikasi pesan singkat, Rabu (22/7).
Berdasarkan data Disdamkarmat, laporan evakuasi hewan didominasi ular dengan 509 kejadian. Selanjutnya terdapat 284 laporan evakuasi sarang tawon dan 176 laporan penyelamatan biawak yang berhasil ditangani petugas.
“Yang di mana dari masing-masing seluruh laporan, sudah petugas lakukan proses evakuasi. Dan, sudah di rekapkan berdasarkan pelaporan penyelamatan,” sambungnya.
Suhartono menilai tingginya jumlah laporan tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk meminta bantuan petugas dibandingkan mengambil risiko menangani sendiri satwa liar yang berpotensi membahayakan.
“Sebagian besar laporan berasal dari lingkungan permukiman warga. Terutama ular yang ditemukan masuk ke rumah, pekarangan, saluran air maupun area fasilitas umum,” ungkapnya.
Selain menangani kebakaran, Disdamkarmat Kota Bekasi juga menyiagakan personel selama 24 jam untuk menerima berbagai laporan penyelamatan. Setiap laporan yang diterima akan melalui proses verifikasi sebelum petugas diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi maupun penanganan.
“Kami berupaya memberikan respons secepat mungkin terhadap setiap laporan yang masuk. Karena pada prinsipnya tugas penyelamatan tidak hanya penanganan kebakaran, tetapi juga melindungi keselamatan masyarakat dari berbagai kondisi darurat lainnya,” pungkasnya. (zak)











