Berita Bekasi Nomor Satu

270 Ribu Pekerja Disiapkan Masuk Industri Hijau

PERINGATI HARI OZON : Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat (keempat kanan) Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (ketig kanan), dan sejumlah pejabat menempelkan tangan pada replika globe yang menyala saat peringatan Hari Ozon Internasional di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/9). FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah menyiapkan program peningkatan kompetensi bagi 270 ribu tenaga kerja untuk mendukung kebutuhan industri yang semakin menerapkan prinsip ramah lingkungan. Program tersebut didukung anggaran Rp1,7 triliun dan akan dilaksanakan melalui sejumlah balai pelatihan milik Kementerian Ketenagakerjaan.

Program peningkatan kompetensi itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam peringatan Hari Ozon Internasional di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (16/9).

Yassierli mengatakan perubahan industri berdampak langsung terhadap kebutuhan tenaga kerja. Perusahaan semakin memperhatikan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan industri, termasuk penggunaan energi, pengelolaan sampah dan limbah, serta sumber energi yang digunakan.

“Bagi Kemnaker, sangat sadar bahwa industri berubah. Kesadaran akan pentingnya masalah-masalah lingkungan semakin meningkat, perusahaan mengembangkan pendekatan berbasis sustainability,” kata Yassierli.

Menurutnya, perubahan tersebut membuat tenaga kerja perlu meningkatkan kompetensi. Keterampilan teknis harus diikuti pemahaman mengenai aspek lingkungan yang berkaitan dengan pekerjaan masing-masing.

Yassierli menilai transisi menuju industri hijau memberikan tantangan sekaligus peluang bagi tenaga kerja. Pekerja perlu menyesuaikan kemampuan dengan perkembangan teknologi, sementara kebutuhan terhadap keahlian baru berpotensi menciptakan lapangan kerja.

“Bagi kami transisi menuju kepada industri yang lebih green ini di satu sisi adalah tantangan, tapi di sisi yang lain adalah peluang untuk penciptaan lapangan kerja yang baru,” jelasnya.

Salah satu bidang yang menjadi fokus ialah teknisi dan operator Refrigeration and Air Conditioning (RAC). Kompetensi pekerja di sektor tersebut akan diarahkan agar mampu menggunakan teknologi yang mendukung pengurangan dampak terhadap lingkungan.

Yassierli mengatakan program peningkatan kompetensi di sektor RAC merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Lingkungan Hidup. Pelatihan akan dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah balai pelatihan yang dimiliki Kementerian Ketenagakerjaan.

“Selama ini sudah terjadi kolaborasi yang luar biasa dengan Kemen LH terkait dengan kompetensi skill terkait dengan Green, salah satunya ini kami berbicara terkait dengan reparasi terkait dengan RAC,” tuturnya.

“Kehadiran teman-teman nanti ada pelatihan tersebar di sekian balai menjadi ujung tombak kita, ujung tombak negara dalam komitmen mengurangi terkait dengan risiko kerusakan ozon,” ujarnya.

Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan peningkatan kompetensi tenaga kerja diperlukan seiring perubahan teknologi yang digunakan industri.

Kementerian LH, kata Jumhur, bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja yang selama ini menggunakan freon, khususnya pada sistem pendingin dan tata udara atau RAC.

“Gerakan Hari Ozon ini yang paling sukses karena lubang ozon itu mengecil, ini bukti bahwa negara-negara semua patuh terhadap protokol internasional, baik Montreal maupun Kigali Amendemen,” kata Jumhur.

Menurut Jumhur, pekerja yang sebelumnya menggunakan teknologi lama perlu mendapatkan pelatihan dengan metodologi dan teknologi baru. Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan tempat pelatihan, sedangkan Kementerian LH menyiapkan peralatan yang diperlukan.

“Ya kalau ini berhasil insya Allah dapat menghasilkan tenaga kerja hijau atau tenaga kerja yang diingatkan untuk mengurangi emisi, kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Selain sektor RAC, Yassierli menyebut peluang pekerjaan hijau juga terdapat pada bidang pengelolaan lingkungan dan pemilahan sampah. Karena itu, para kepala balai diminta memperbarui skema kompetensi dan memastikan instruktur siap mendukung kebutuhan industri.

“Alhamdulillah dari Pak Presiden, kita mendapatkan dana untuk pelatihan 270 ribu orang, nah ini bisa dioptimalkan. Total anggarannya Rp1,7 triliun ini harus kita optimalkan,” pungkasnya. (rez)