Berita Bekasi Nomor Satu

Jalan Ambles di Bojongmangu Ganggu Akses Warga

JALAN AMBLES: Pengendara melintasi jalan ambles di Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Rabu (5/8). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ruas jalan utama penghubung antarkampung di Kampung Cibungur, Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, ambles sejak pertengahan Februari 2026. Hingga kini, kerusakan tersebut belum ditangani secara permanen sehingga mengganggu akses warga yang melintas.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ruas jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga Desa Sukamukti. Kendaraan roda empat hanya dapat melintas secara bergantian karena separuh badan jalan ambles, sedangkan sepeda motor masih bisa melewati jalur yang tersisa.

Di tengah jalan terpasang papan peringatan berwarna kuning bertuliskan ‘Hati-hati Ada Jalan Longsor/Amblas, Kendaraan Berat Dilarang Melintas’. Papan yang ditopang rangka kayu itu dipasang untuk membatasi kendaraan bertonase besar agar tidak memperparah kerusakan.

Salahsatu warga sekitar, Deni (48) mengungkap seorang warga, Deni (48), mengatakan pergerakan tanah di lokasi tidak terjadi secara tiba-tiba. Menurutnya, retakan muncul secara bertahap hingga akhirnya menyebabkan separuh badan jalan amblas.

“Awalnya pas bulan puasa, retak-retak dulu, terus abis lebaran baru parah-parahnya sampe nutup setengah jalan,” ucap Deni, Rabu (5/8).

Ia menyebut, aparatur desa hingga kecamatan sudah beberapa kali meninjau lokasi. Namun, penanganan yang dilakukan baru sebatas menimbun bagian jalan yang rusak menggunakan batu agar tetap dapat dilalui kendaraan.

“Kalau roda empat harus gantian, kecuali motor. Waktu itu sudah berapa kali ada yang mantau, tapi cuma diperbaikin seadanya aja gini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Henry Lincoln, mengatakan kerusakan jalan dipicu faktor alam. Menurutnya, karakteristik tanah di wilayah Bojongmangu memang labil sehingga rentan mengalami pergerakan.

“Longsor itu terjadi karena faktor alam. Kondisi tanah di sana labil rentan bergerak. Tahun ini akan kami tinjau. Kita akan lakukan perbaikan di tahun ini,” pungkas Henry. (ris)