RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perumda Tirta Bhagasasi meraih penghargaan Terbaik I Kategori Pengelolaan Media Sosial Terbaik Subkategori Perangkat Daerah dan BUMD pada ajang Digital Komunikasi Festival (DigiKom Fest) Kabupaten Bekasi 2026.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya Perumda Tirta Bhagasasi dalam mengembangkan komunikasi publik melalui media sosial. Kanal digital perusahaan tidak hanya digunakan sebagai sarana publikasi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pelayanan informasi dan pengaduan masyarakat.
Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Luthfi Hasan, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran perusahaan dalam membangun pola komunikasi yang lebih cepat, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan.
“Media sosial bagi kami bukan hanya tempat menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi salah satu pintu pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, yang kami bangun bukan sekadar konten, tetapi sistem komunikasi yang mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat,” ujar Reza.
Salah satu strategi yang diterapkan Tirta Bhagasasi adalah pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) sebagai support system. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu penyusunan materi komunikasi, pengembangan ide konten edukasi, pengelolaan informasi berulang, hingga mempercepat proses administrasi komunikasi.
Meski demikian, Reza menegaskan penggunaan AI tidak menggantikan peran manusia. Verifikasi informasi, pengambilan keputusan, penanganan pengaduan, serta komunikasi yang membutuhkan empati tetap dilakukan oleh sumber daya manusia (SDM).
“Kami menerapkan prinsip human and technology collaboration. Kecepatan teknologi dikombinasikan dengan kemampuan manusia untuk memberikan pelayanan yang kontekstual,” jelasnya.
Perumda Tirta Bhagasasi menerapkan komitmen respons cepat. Setiap komentar dan Direct Message (DM) yang masuk diupayakan dibalas maksimal dalam waktu satu jam, terutama pada jam pelayanan dan terkait gangguan distribusi atau pengaduan pelanggan.
Setiap aduan tidak berhenti di admin medsos. Informasi langsung diteruskan kepada unit yang berwenang untuk verifikasi dan tindak lanjut. Dengan begitu, medsos menjadi bagian dari rantai pelayanan pelanggan, bukan hanya komunikasi satu arah.
Perusahaan juga mempertahankan prinsip keterbukaan dengan tidak menutup kolom komentar. Kritik, pertanyaan, dan masukan masyarakat justru menjadi bahan evaluasi.
Transformasi digital juga diikuti peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan public speaking, pengelolaan medsos, komunikasi publik, hingga sertifikasi kompetensi.
Selain itu, Tirta Bhagasasi menerapkan desentralisasi customer handling. Pegawai yang berkompeten dan berwenang diberi kewenangan menjawab pertanyaan teknis sesuai tupoksi, sehingga informasi lebih singkat, akurat, dan responsif tanpa harus berjenjang panjang.
Selain kanal digital, layanan tatap muka tetap dibuka melalui kantor-kantor cabang dan Admin Hubungan Langganan.
Bagi Tirta Bhagasasi, medsos juga berfungsi sebagai early warning system. Komentar dan keluhan masyarakat menjadi informasi awal untuk melihat pola permasalahan, lokasi gangguan, dan isu yang perlu direspons cepat.
Konten yang disajikan pun tidak hanya publikasi kegiatan, tetapi juga edukasi tentang proses pengolahan air, pemeliharaan jaringan, penggunaan air bijak, hingga klarifikasi gangguan.
“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi seluruh jajaran. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana penghargaan ini menjadi motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas komunikasi serta pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Reza.(and/*)











