Berita Bekasi Nomor Satu

Tanggapi Rencana Tugu Peringatan, Paguyuban Keluarga Korban Kereta Bekasi Timur: Kami Ingin Perbaikan Sistem Keselamatan Lebih Dulu

​Ketua Paguyuban Keluarga Korban Tragedi Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Anggi Al Hakim, memberikan keterangan kepada awak media usai melakukan doa bersama di Stasiun Bekasi Timur, Jumat (7/8/2026). FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Paguyuban Keluarga Korban Tragedi Kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) Bekasi Timur buka suara terkait rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) membangun tugu peringatan untuk mengenang tragedi kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur yang merenggut 16 nyawa penumpang perempuan.

Ketua Paguyuban Keluarga Korban, Anggi Al Hakim, menyoroti rencana pembangunan tugu peringatan tersebut. Ia menegaskan fokus utama yang diinginkan keluarga bukanlah pembangunan tugu, namun melainkan evaluasi total terhadap sistem keselamatan kereta api di Indonesia.

“Kami tidak ingin ada tugu sekadar formalitas. Yang kami inginkan adalah perbaikan sistem keselamatan dan manajemen risiko secara total agar tidak ada lagi keluarga lain yang harus kehilangan anggota keluarganya akibat kelalaian serupa,” tegas Anggi saat acara do’a bersama dalam memperingati 100 hari tragedi kecelakaan KRL, Jum’at (7/8/2026).

Ia mengatakan, keluarga korban mendesak seluruh pihak terkait, termasuk PT KAI, segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen risiko dan aspek keselamatan yang selama ini diterapkan.

“Jadi untuk masalah tugu peringatan itu urusan nanti, yang penting kami tidak ingin ada lagi kejadian kecelakaan serupa. Kami ingin dari semua pihak berbenah. KAI kami yakin masih punya manajemen resiko yang baik dan keselamatan yang baik itulah dievaluasi, tolong dievaluasi besar-besaran,” tegas Anggi.

BACA JUGA: 100 Hari Tragedi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Realisasi Santunan Gubernur Jabar Belum Merata

Ia menyakini bahwa awal mula tragedi ini berasal dari dugaan kelalaian dalam prosedur kemananan, sehingga mengakibatkan sebanyak 16 korban dinyatakan tewas akibat tragedi tersebut.

“Dan kami percaya ini adalah sebuah kelalaian dalam prosesnya atau tidak sesuai dengan prosedurnya. Jadi kalau dari Paguyuban keluarga korban yang kami inginkan adalah tidak adanya korban-korban berikutnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan rencana pembangunan tugu ini merupakan bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus pengingat atas tragedi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Jakarta–Cikarang.

“Kemudian tadi juga ada kita mau bikin tugu di sini, tolong didukung ya,” ujar Bobby kepada awak media di Stasiun Bekasi Timur, Senin (4/5). (zak)